Kabar Baik! Krisis BBM Melandai, Antrean SPBU di Tabanan Kembali Normal, Ganjil-Genap Tak Berlaku

Juliadi • Dipublikasikan Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:44 WIB
Antrean kendaraan di SPBU Sanggulan, Tabanan berangsur normal. (Juliadi)
Antrean kendaraan di SPBU Sanggulan, Tabanan berangsur normal. (Juliadi)

TABANAN, Radartabanan.id — Setelah sepekan melumpuhkan aktivitas warga dan memicu antrean mengular hingga berjam-jam, kondisi pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Tabanan akhirnya berangsur pulih dan kembali normal, Minggu (18/10/2026).

Pantauan di lokasi, pemandangan antrean panjang kendaraan roda dua maupun roda empat kini tak lagi terlihat di sejumlah titik vital.

Seperti yang tampak di SPBU Sanggulan, Jalan Gatot Subroto, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, dan SPBU Jalan Pulau Batam, Banjar Dauh Pala, Desa Dauh Peken, Tabanan.

Para pengendara kini hanya membutuhkan waktu sekitar 5 hingga 10 menit untuk mendapatkan BBM.

Pasokan bensin di tangki penyimpanan SPBU pun dipastikan aman hingga beberapa hari ke depan.

Kondisi pulih ini disambut rasa syukur dan senyum sumringah dari warga. I Made Sumanayasa, seorang pengendara motor asal Banjar Tanah Bang, Desa Banjar Anyar, Kediri, mengaku sangat lega karena tidak perlu lagi membuang waktu berharga hanya untuk mencari bensin.

"Astungkara, sudah tidak ada lagi antrean panjang untuk mengisi BBM hari ini. Sudah normal," ungkap Sumanayasa girang, Minggu (18/10/2026).

Sumanayasa membeberkan, krisis BBM selama enam hari terakhir sangat menyita waktu warga hingga mengganggu aktivitas perekonomian. Ia bahkan sempat terpaksa hanya bekerja setengah hari akibat harus memburu bensin berjam-jam.

"Harapan saya, kejadian antre BBM yang butuh waktu 5 sampai 9 jam ini tidak terulang lagi. Ini sudah normal dan mudah-mudahan stok BBM aman seterusnya," harapnya.

Di sisi lain, Sumanayasa menyinggung penerapan kebijakan pengisian BBM berdasarkan nomor pelat kendaraan ganjil-genap dengan tanggal pada kalender. Menurutnya, aturan tersebut di tingkat bawah tidak begitu berjalan efektif lantaran banyak masyarakat yang belum paham dan membutuhkan bensin secara mendesak.

"Di sini warga maupun pihak SPBU tidak ada yang menerapkan aturan ganjil-genap secara ketat. Warga ini kan butuh BBM, masak harus dipersulit lagi," cetusnya.

Kapolres Tabanan AKBP Putu Bayu Pati mengonfirmasi bahwa seluruh wilayah hukumnya kini telah mencatatkan pemulihan distribusi BBM yang signifikan. Berdasarkan laporan berkala di lapangan, antrean kendaraan melandai dan berjalan lancar.

"Rata-rata antrean BBM tidak ada yang mengular dari laporan yang kami terima. Antrean sudah pulih normal di wilayah hukum Polres Tabanan," terang AKBP Bayu Pati.

Meski situasi di lapangan telah kondusif, pihak kepolisian menegaskan tidak akan mengendurkan pengawasan. Polres Tabanan terus membangun komunikasi intensif dengan para pengelola SPBU untuk memantau sisa volume stok Pertalite maupun Pertamax secara real-time.

"Kalau misalnya ada SPBU yang stoknya menipis atau mau kosong, kami langsung bantu mengomunikasikannya ke pihak depo, baik yang di Pesanggaran (Denpasar) maupun Manggis (Karangasem)," tambahnya.

AKBP Bayu Pati menegaskan, jajarannya juga menyiagakan personel armada pengawalan (pengawalan jalur) untuk mengawal langsung truk-truk tangki Pertamina dari depo menuju SPBU di Tabanan agar pengiriman pasokan tidak terhambat kemacetan.

Sementara terkait skema pengaturan lalu lintas ganjil-genap, Kapolres menjelaskan bahwa imbauan dan penataan tersebut sejatinya disiapkan untuk menunjang stabilitas distribusi sejak Sabtu (17/10) hingga Senin (19/10), atau sampai hasil evaluasi menyeluruh memastikan pasokan BBM di seluruh SPBU benar-benar aman terkendali. ***

Editor : Yoyo Raharyo
Tabanan Bali krisis bbm antrean bbm