Peringatan! Polres Tabanan Sedang Memburu Penjual Bensin Botolan via Medsos

Juliadi • Dipublikasikan Jumat, 16 Oktober 2026 | 11:02 WIB
Kapolres Tabanan AKPB, Putu Bayu Pati memerintahkan anak buahnya memburu penjual bensin eceran di medsos. (Juliadi)
Kapolres Tabanan AKPB, Putu Bayu Pati memerintahkan anak buahnya memburu penjual bensin eceran di medsos. (Juliadi)

TABANAN, Radartabanan.id — Maraknya praktik penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax melalui media sosial maupun marketplace lokal kian meresahkan masyarakat Bali yang sedang dihantam krisis BBM.

Tak main-main, oknum berspekulasi memanfaatkan situasi sulit ini dengan menjual bensin sistem COD (cash on delivery) berharga fantastis hingga puluhan hingga ratusan ribu rupiah per liter.

Fenomena menggoreng harga bensin di medsos tersebut mendapatkan perhatian serius dan atensi khusus dari jajaran Polres Tabanan.

Kapolres Tabanan, AKBP Putu Bayu Pati, menegaskan bahwa meski sejauh ini pihaknya belum menerima laporan resmi dari korban, tim siber dan buser Polres Tabanan telah diterjunkan untuk mendalami serta menyisir akun-akun media sosial yang terindikasi melakukan praktik ilegal tersebut.

"Kemarin juga sudah dikeluarkan imbauan dari Polda Bali untuk jangan coba-coba melakukan penyimpangan, menimbun, atau memperjualbelikan BBM di tengah situasi warga Bali yang sulit BBM," tegas AKBP Putu Bayu Pati, Kamis (15/10/2026).

AKBP Bayu Pati memperingatkan dengan keras kepada para spekulan maupun oknum masyarakat yang mencoba mengambil keuntungan pribadi di atas penderitaan warga yang harus mengantre berjam-jam di SPBU.

"Kami ingatkan, jangan coba-coba mengambil keuntungan dalam situasi dan kondisi seperti ini. Kami akan tindak tegas!" terangnya.

Di sisi lain, menyikapi kondisi antrean kendaraan yang masih mengular panjang di wilayah hukum Tabanan, Polres Tabanan tidak hanya menerjunkan personel untuk pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas.

Pihaknya juga menggelar aksi kemanusiaan dengan memberikan pelayanan kesehatan, pembagian air mineral, hingga vitamin gratis bagi warga yang terjebak antrean.

Berdasarkan hasil pemantauan langsung di lapangan, panjang antrean kendaraan roda dua maupun roda empat di sejumlah SPBU di Tabanan tercatat membentang mulai dari 500 meter hingga mencapai satu kilometer di bawah terik matahari.

AKBP Bayu Pati menyebut, aksi pembagian vitamin dan pemeriksaan kesehatan ini merupakan wujud nyata kepedulian kepolisian untuk mendampingi warga di masa krisis.

"Kehadiran dan kepedulian polisi ini setidaknya bisa meringankan beban warga serta menjaga agar tidak ada korban jatuh akibat kelelahan atau pingsan saat menunggu antrean BBM," pungkasnya. ***

Editor : Yoyo Raharyo
Tabanan penjual bensin eceran bensin botolan