TABANAN, Radartabanan.id — Dampak krisis Bahan Bakar Minyak (BBM) di Bali kian memprihatinkan dan mengancam keselamatan warga.
Membludaknya antrean kendaraan yang mengular hingga satu kilometer di tengah cuaca panas ekstrem memicu jatuhnya korban.
Sejumlah warga dilaporkan bertumbangan hingga pingsan akibat kelelahan usai mengantre berjam-jam di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Merespons fenomena darurat tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Tabanan mengambil langkah cepat dengan menerjunkan tim medis serta menyiagakan armada ambulans langsung untuk mangkal di area SPBU.
Langkah mitigasi ini diambil guna mengantisipasi kejadian kegawatdaruratan dan memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) bagi warga yang mengalami pusing, dehidrasi, hingga pingsan saat berburu BBM.
Kepala Dinkes Tabanan, dr. Ida Bagus Surya Wira Andi mentatakan, belasan tim medis gabungan telah disebar ke titik-titik krusial antrean.
"Tim medis yang kami siagakan ini adalah gabungan dari petugas kesehatan yang ada di puskesmas dan rumah sakit. Baik itu negeri maupun swasta di seluruh wilayah Tabanan," ungkap dr. Surya Wira Andi, Rabu (14/10/2026).
Ia menambahkan, petugas medis beserta mobil ambulans telah disiagakan secara merata di 14 titik SPBU yang tersebar di wilayah Kabupaten Tabanan. Sistem kerja pelayanan kesehatan di lapangan dibagi ke dalam dua shift bergantian, yakni shift pagi hingga sore dan shift sore hingga malam hari.
Setiap armada ambulans dan tim medis dibekali perlengkapan medis darurat, tabung oksigen, serta obat-obatan pertolongan pertama untuk menangani keluhan kesehatan warga di tempat.
"Tim ini pula dilengkapi dengan berbagai alat dan pengobatan bilamana ada warga yang tumbang atau kelelahan saat antre BBM. Sehingga bisa langsung diberikan pertolongan pertama," terangnya.
Dinkes Tabanan memastikan bahwa penyiagaan tim medis dan armada ambulans ini akan terus berlangsung secara kontinyu sampai situasi penyaluran BBM kembali kondusif dan antrean panjang di SPBU terurai sepenuhnya.
"Kami turunkan tim medis dan ambulans untuk memastikan bahwa pemerintah hadir memberikan keselamatan dan kenyamanan seluruh warga. Agar tidak berdampak buruk pada kesehatan masyarakat," tandas dr. Surya Wira Andi.
Sebagaimana diketahui, dalam beberapa hari ini Bali sedang krisis BBM.
Pihak Pertamina menyebut kelangkaan BBM ini disebabkan oleh kapal kargo pembawa BBM ke Bali mengalami masalah pada jangkar saat akan melakukan bongkar muat. Masalah ini berlangsung hingga lebih dari 10 jam. Akibatnya terjadi keterlambatan pasokan. ***
Editor : Yoyo Raharyo