Warga Tabanan Menjerit! Antre BBM Sepanjang Setengah Kilometer, Baru Dilayani Setelah 1,5 Jam

Juliadi • Dipublikasikan Senin, 12 Oktober 2026 | 23:15 WIB
Warga antre di SPBU Sanggulan, di Jalan Gatot Subroto, Desa Banjar Anyar, Tabanan. (Juliadi)
Warga antre di SPBU Sanggulan, di Jalan Gatot Subroto, Desa Banjar Anyar, Tabanan. (Juliadi)

TABANAN, Radartabanan.id — Warga Kabupaten Tabanan, Bali, menjerit akibat krisis bahan bakar minyak (BBM). Krisis Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax yang melanda daerah setempat kian parah hingga Senin (12/10/2026).

Pemandangan memprihatinkan terlihat jelas di SPBU Sanggulan, Jalan Gatot Subroto, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Tabanan.

Antrean kendaraan tampak mengular hingga sepanjang setengah kilometer (500 meter) ke badan jalan, yang berujung pada kelumpuhan lalu lintas di sekitarnya.

Pahitnya lagi, warga harus mengular dalam antrean panjang selama berjam-jam di bawah terik matahari hanya demi mendapatkan beberapa liter bensin.

"Saya harus antri sampai 1,5 jam hanya untuk isi 3 liter BBM jenis pertalite di SPBU Sanggulan," keluh I Nyoman Anom Wijaya, warga asal Sanggulan, Desa Banjar Anyar, Kediri.

Anom menceritakan, dirinya sempat memutar otak mencari pasokan BBM ke SPBU Pesiapan untuk memangkas waktu antre.

Nahas, stok BBM di lokasi tersebut justru sudah ludes. Fenomena kelangkaan BBM ini diakuinya telah berlangsung sejak dua hari lalu.

"Begini hidup di Negeri Konoha yang kaya sumber daya alam. Tapi BBM sulit didapat," cetusnya getir sambil mengusap keringat di tengah antrean.

Menurut Anom, situasi kelangkaan ini tidak bisa dibiarkan begitu saja oleh pemerintah karena langsung memukul urat nadi perekonomian warga kecil.

"Seperti saya ini yang bekerja ke Denpasar menggunakan motor," tambahnya.

Kondisi serupa merata di berbagai penjuru Tabanan. Kelangkaan juga melanda SPBU Pesiapan, Banjar Dauh Pala Desa Dauh Peken, dan SPBU Soka Antosari.

Sementara di SPBU Jalan Ir Soekarno dan Pandak Badung Kediri, meski stok BBM tersedia, antrean kendaraan tetap meluber hingga setengah kilometer.

Kondisi serupa terjadi di SPBU Abiantuwung, Kediri di mana kendaraan mengular sepanjang setengah kilometer di jalan nasional tersebut.

Menanggapi gejolak ini, Polres Tabanan mengerahkan personel ke titik-titik SPBU guna mengurai kemacetan parah dan mengantisipasi gesekan antarwarga maupun dengan petugas SPBU.

Kapolres Tabanan, AKBP I Putu Bayu Pati, menegaskan pihaknya memantau ketat alur distribusi dan melarang keras aksi spekulasi di tengah penderitaan warga.

“Tidak boleh menimbun. Beli sesuai kebutuhan. Kalau (ketahuan) menimbun ya kami sikat,” tegas AKBP Bayu Pati, Senin (12/10).

Ia memastikan peringatan keras ini diberikan agar tidak ada oknum penjahat yang memanfaatkan situasi panic buying.

Pihaknya juga menyebut bahwa pasokan BBM dari Pertamina sebenarnya sudah mulai berdatangan dan dijadwalkan langsung dibongkar untuk memenuhi kebutuhan seluruh SPBU di Tabanan.

Diketahui, krisis BBM di Bali ini terjadi karena pasokan ke Bali yang tersendat. Namun pihak Pertamina tidak menjelaskan mengapa pasokan bisa tersendat. ***

Editor : Yoyo Raharyo
Tabanan antre bbm krisis bbm