TABANAN, Radartabanan.id — Di balik gencar-gencarnya penataan infrastruktur di Kabupaten Tabanan, daerah lumbung beras Bali ini ternyata masih menyisakan puluhan kilometer jalan yang belum tersentuh aspal mulus.
Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tabanan dalam laporan Kabupaten Tabanan Dalam Angka 2026, terdapat 25,76 kilometer jalan kabupaten yang permukaannya masih berupa tanah dan kerikil.
Merujuk data Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Kabupaten Tabanan, dari total panjang jalan kabupaten yang membentang 872,00 kilometer, jalan dengan permukaan tanah mandek tanpa penanganan di angka konstan sepanjang 14,28 kilometer sejak tahun 2023 hingga 2025.
Kondisi tersebut diperparah dengan masih adanya jalan permukaan kerikil. Pada tahun 2025, akses jalan berkerikil tercatat masih tersisa sepanjang 11,48 kilometer.
Walau angka ini sedikit menyusut jika dibandingkan tahun 2023 yang mencapai 19,21 kilometer dan 16,04 kilometer pada 2024, keberadaannya tetap menjadi pekerjaan rumah yang tak kunjung tuntas di bawah kendali Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya.
Adapun untuk jenis permukaan jalan kategori "lainnya"—yang umumnya mencakup konstruksi beton atau paving—tercatat sepanjang 50,76 kilometer di tahun 2025.
Memang, jalan beraspal di Tabanan saat ini mendominasi hingga 795,48 kilometer.
Namun jika menilik tingkat kemantapan fisiknya, dari total 872 kilometer jalan kabupaten tersebut, kondisi jalan tidak sepenuhnya prima.
Diketahui, jalan kondisi baik berada di angka 790,52 kilometer dan kondisi sedang sepanjang 45,89 kilometer.
Sementara itu, akumulasi jalan rusak masih mengantongi angka 35,59 kilometer, dengan rincian rusak ringan 7,53 kilometer dan rusak berat mencapai 28,06 kilometer. ***
Editor : Yoyo Raharyo