Siswi SD asal Tabanan Pamerkan Lukisan di Danau Toba Sumatera Utara

Juliadi • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 22:29 WIB
Ayu
Ni Kadek Ayu Vidya Pertiwi, pelukis belia asal Tabanan yang akan pamerkan karya di Danau Toba. (IST)

TABANAN, Radartabanan.id — Siapa bilang karya besar hanya lahir dari tangan orang dewasa? Buktinya ada pada diri Ni Kadek Ayu Vidya Pertiwi.

Di usianya yang masih belia, siswi kelas V SD Negeri 1 Biaung, Penebel, Tabanan, ini sukses menembus pameran seni rupa tingkat nasional di kawasan Danau Toba, Sumatera Utara.

​Ayu diundang khusus oleh kurator Ni Ketut Ayu Sri Wardani br. Girsang untuk ambil bagian dalam Pameran Seni Rupa Remaja bertajuk “Danau Toba: Manusia dan Alam” di Huta Art Space, Siborongborong, Tapanuli Utara. Ajang keren ini dibuka pada 2 Oktober ini.

​Yang bikin takjub, Ayu tidak "salah panggung". Meski bersanding dengan perupa remaja dari jenjang yang lebih tinggi—termasuk sesama pelajar asal Tabanan, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dari SMAN 1 Tabanan—ia tampil percaya diri memboyong dua karya sekaligus dalam satu seri: “Harmoni Alam Toba #1” dan “Harmoni Alam Toba #2” (2026).

​Lewat media cat gouache di atas kanvas berukuran 50×100 cm, bocah berbakat ini menuangkan pesona Danau Toba, perbukitan, hingga langit lewat sapuan warna-warna hidup yang memancarkan energi.

Goresan tangan Ayu menghadirkan perspektif yang spontan dan segar tentang bagaimana alam, manusia, dan budaya dapat hidup berdampingan.

​Bakat seni Ayu ternyata bukan instan. Ia sudah akrab dengan aktivitas menggambar dan melukis sejak usia sekitar tiga tahun.

Ia memulai dari mengeksplorasi cat air, pensil warna, krayon, dan karya digital, hingga kemudian mengembangkan ketertarikan pada cat gouache di atas kertas dan kanvas.

​Bagi Ayu, pameran ini bukan sekadar unjuk gigi, melainkan sebuah petualangan seru untuk merajut persahabatan antardaerah.

​"Keikutsertaan saya dan Bagus Sastra dalam pameran seni di Danau Toba untuk memperlihatkan bagaimana seni rupa dapat menjadi jembatan perjumpaan antargenerasi sekaligus antarbudaya," jelasnya.

Ayu tidak sendiri. Dia juga akan ikut pameran bersama Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dari SMAN 1 Tabanan.

Siswa kelas X ini menghadirkan karya bertajuk “Harmoni Alam Toba” (2026). Dalam lukisan cat akrilik di atas kanvas berukuran 50×100 cm tersebut, Bagus secara apik mempertemukan figur manusia Batak dengan keindahan bentang Danau Toba.

Perpaduan sosok manusia, perbukitan, air, dan langit membentuk kesatuan visual yang menyuarakan hubungan erat antara manusia, lingkungan, serta kebudayaan di sekitarnya.

Bagus
Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dari SMAN 1 Tabanan dan karyanya yang akan dipamerkan di Danau Toba, Sumatera Utara.

​Bagi Bagus, Toba bukan sekadar lanskap alam, melainkan sebuah ruang kehidupan dan kebudayaan. Tumbuh besar di Bali, ia mencoba membaca Toba dari perspektifnya sebagai remaja Bali—yakni melalui nilai-nilai yang dekat dengan kesehariannya, seperti penghormatan terhadap alam, manusia, tradisi, dan identitas budaya.

​Keahlian Bagus Sastra di dunia seni rupa memang sudah diasah sejak kecil. Salah satu torehan prestasi pentingnya adalah meraih Grand Prix Mitsubishi Asian Children’s Enikki Festa 2021–2022 di Jepang lewat karya yang mengangkat pengalaman dan kebudayaan Bali. ***

Editor : Yoyo Raharyo
Tabanan Ni Kadek Ayu Vidya Pertiwi Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa pelukis Bali