TABANAN, Radartabanan.jawapos.com – Musim kemarau panjang yang melanda Pulau Dewata mulai berdampak serius pada kehidupan sehari-hari warga di Kabupaten Tabanan. PDAM Tabanan pun kekurangan bahan baku air. Akibatnya, tak tanggung-tanggung, sebanyak tujuh banjar kini mengalami krisis air bersih
Sejumlah banjar di kawasan Kecamatan Selemadeg Barat menjadi wilayah yang paling parah terdampak.
Akibat kesulitan air bersih, truk-truk tangki air milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan tampak rutin turun tangan menyuplai air bersih langsung ke pemukiman warga.
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Tabanan, I Putu Trisna Widiatmika, menjelaskan bahwa pihaknya diminta untuk mem-back up Perumda Tirta Amertha Buana atau PDAM Tabanan sejak sepekan terakhir.
Langkah darurat ini harus diambil karena debit air pada sejumlah sumber mata air utama, yakni Mekori Belimbing dan Yeh Otan, mengalami penurunan yang sangat drastis.
"Kami di BPBD diminta bantuan untuk ikut layani suplai air bersih wilayah bagian Selemadeg Barat," ungkap Trisna saat dihubungi, Rabu (30/9).
Berdasarkan data BPBD Tabanan, setidaknya ada tujuh banjar dinas yang kini bergantung penuh pada pengiriman air darurat.
Wilayah-wilayah tersebut meliputi Banjar Dinas Umaseka, Banjar Dinas Petiles, Banjar Dinas Jagatamu, Banjar Dinas Dukuh Pulu Kaja, Banjar Dinas Anyar, Banjar Dinas Gulingan, Banjar Dinas Dukuh, hingga merambah ke wilayah Bantas di Kecamatan Selemadeg Timur.
"Rata-rata tujuh banjar dinas tersebut kesulitan air bersih, karena debit air minum milik PDAM Tabanan alami turun drastis saat musim kemarau sekarang ini," jelasnya.
Dampak dari menyusutnya pasokan air ini dirasakan langsung oleh masyarakat di tingkat desa. Perbekel Desa Antosari, Selemadeg Barat, I Nyoman Agus Suriawan, menuturkan bahwa ada tiga banjar di desanya yang warganya kesulitan mendapatkan air bersih, yakni Banjar Dinas Gulingan, Petiles, dan Umaseka. Sedidaknya ada lebih dari 200 kepala keluarga (KK) yang terdampak.
"Tiga banjar ini dengan rata-rata menggunakan sumber air minum PDAM, bukan sumor bor," ungkap Agus Suriawan.
Untuk mengantisipasi krisis yang berkepanjangan, pihak PDAM bersama BPBD Tabanan terus berkoordinasi melakukan pengiriman air bersih menggunakan truk tangki berkapasitas 5.000 liter secara berkesinambungan.
"Seminggu bisa tiga sampai empat kali pengirim truk tangki air minum kepada masyarakat di Desa Antosari," pungkasnya. ***
Editor : Yoyo Raharyo