Waspada! King Kobra Sasar Rumah Warga usai Musim Kawin, 18 Ekor Ditemukan di Tabanan

Juliadi • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 16:29 WIB
Suasana rescue atau penangkapan ular king kobra yang masuk ke rumah warga di Banjar Sekartaji, Desa Sesandan, Tabanan yang dilakukan oleh Tim Reptil Asih Tabanan bersama dengan Damkar Tabanan. (IST)
Suasana rescue atau penangkapan ular king kobra yang masuk ke rumah warga di Banjar Sekartaji, Desa Sesandan, Tabanan yang dilakukan oleh Tim Reptil Asih Tabanan bersama dengan Damkar Tabanan. (IST)

​TABANAN, Radartabanan.jawapos.com — Warga di Kabupaten Tabanan wajib waspada terhadap keberadaan  ular king kobra yang kini mulai menyasar rumah warga. Penyebabnya, musim kawin sudah selesai, dan kini waktunya mereka bertelur.

Sebagaimana diketahui, periode musim kawin king kobra biasanya terjadi pada Juli hingga Agustus. Setelah itu, pada September ini ular king kobra mulai aktif menyasar area rumah warga sebagai tempat bersarang dan bertelur.

​Warga di Kabupaten Tabanan wajib waspada terhadap keberadaan  ular king kobra yang kini mulai menyasar rumah warga. Penyebabnya, musim kawin sudah selesai, dan kini waktunya mereka bertelur. (RAT) mencatat, sedikitnya 18 ekor king kobra telah berhasil dievakuasi dari pekarangan hingga area dalam rumah warga dalam kurun waktu tiga bulan terakhir.

​Ketua Yayasan RAT, Ni Putu Astridayanti, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan penuh.

Dia menjelaskan, musim bertelur dan pencarian sarang ini diprediksi berlangsung dari September hingga Desember mendatang, sebelum akhirnya telur-telur tersebut menetas pada Januari.

​"Sekarang banyak laporan warga tiba-tiba menemukan ular kobra masuk ke rumah. Bahkan ada yang ditemukan sedang bertelur atau bersarang di bawah kolong tempat tidur," ungkap Astrid, Selasa (29/9/2026).

​Selain terdesak kebutuhan bertelur, masuknya reptil berbahaya ini ke kawasan pemukiman juga dipicu oleh berkurangnya rantai makanan di habitat asli mereka.

Sebagai pemangsa sesama reptil, king kobra sering kali bergerak melacak mangsanya hingga menembus perumahan warga.

​Sejauh ini, tim gabungan RAT bersama Damkar Tabanan telah menyisir dan menindaklanjuti laporan evakuasi di sejumlah wilayah, meliputi Kecamatan Tabanan, Marga, Penebel, Baturiti, Kerambitan, Selemadeg Timur, hingga Selemadeg Barat.

​Salah satu evakuasi berisiko tinggi terjadi di Banjar Sekartaji, Desa Sesandan, pada Senin malam (28/9). Petugas harus berjibaku mengeluarkan king kobra sepanjang lebih dari 3 meter yang bersembunyi di dalam gorong-gorong air warga.

Bahkan, RAT juga mencatat rekor evakuasi king kobra terbesar berukuran 4,7 meter di kawasan Marga.

​Meski belum ada laporan korban jiwa, warga diminta tidak gegabah saat mendapati keberadaan ular berbisa yang mematikan ini di sekitar rumah.

​"Jika melihat king kobra, jangan panik dan sangat dilarang untuk mencoba menangkap, mengejar, atau mengganggunya karena dapat memicu tindakan defensif atau serangan balik," urainya.

Astrid mengatakan, warga yang menemukan ular king kobra sebaiknya segera menghubungi tim evakuasi agar bisa ditangani secara aman. ***

Editor : Yoyo Raharyo
Tabanan king kobra Yayasan Reptil Asih Tabanan Damkar Tabanan