Bukan Korsleting, Ternyata Rumah Pedagang Sate di Banjar Anyar Tabanan Sengaja Dibakar Ipar

Juliadi • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 12:09 WIB
Abdul Razak, 45, pelaku pembakaran rumah kakak ipar di Gang Jambu, Banjar Anyar, Kediri, Tabanan. (IST)
Abdul Razak, 45, pelaku pembakaran rumah kakak ipar di Gang Jambu, Banjar Anyar, Kediri, Tabanan. (IST)

TABANAN, Radartabanan.jawapos.com — Kasus kebakaran rumah milik Marsum (45), seorang pedagang sate di Jalan Bingin Ambe (Jalan Ahmad Yani X) Gang Jambu, Banjar Dinas Taman Sari Anyar, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Tabanan, Bali pada Rabu malam (16/9) lalu memunculkan fakta mengejutkan.

Kebakaran yang sebelumnya diduga akibat korsleting listrik hingga menyebabkan rumah korban ludes terbakar ternyata merupakan buah aksi kejahatan terencana. 

Rumah tersebut sengaja dibakar oleh Abdul Razak (45), yang tak lain merupakan ipar korban, atau adik kandung dari istri korban sendiri.

Kasus ini terkuak usai korban merasa curiga di balik kebakaran rumahnya, ternyata brankas berisi uang dan perhiasan di dalam lemari kamarnya lenyap setelah api berhasil dijinakkan oleh tim Damkar Tabanan. 

Pihak kepolisian yang melakukan penyelidikan akhirnya berhasil mengungkap bahwa sebelum peristiwa kebakaran, Razak sempat datang ke rumah itu.

Unit Reskrim Polsek Kediri akhirnya menangkap Abdul Razak di rumahnya, pada Senin (21/9) sekitar pukul 13.00 WITA.

"Pelaku ditangkap di rumahnya lima hari setelah rumah korban terbakar," kata Kasi Humas Polres Tabanan, Iptu Ni Luh Wiwik Endrayani, Selasa (22/9).

Iptu Wiwik menjelaskan, Abdul Razak mengakui perbuatannya membakar rumah itu untuk menghilangkan jejak pencurian brankas di rumah kakak iparnya tersebut.

Dia menjelaskan, peristiwa ini bermula ketika korban sedang sibuk berjualan sate di Pasar Senggol Kediri (Terminal Kediri). 

Saat rumah dalam kondisi kosong, pelaku masuk ke rumah kakak iparnya lalu mencuri brankas yang berisi uang, perhiasan dan barang berharga lainnya.

Setelah berhasil membobol brankas, pelaku tidak langsung melarikan diri. Demi menyamarkan jejak kejahatannya, Razak menyiramkan bahan bakar pertalite yang dibelinya dari warung terdekat lalu menyulut api ke dalam rumah.

Kebakaran hebat tersebut sempat menyulitkan petugas pemadam karena lokasinya berada di gang sempit, hingga api baru bisa dijinakkan dua jam kemudian.

”Dalam laporan polisi, nilai barang yang hilang dari brankas sekitar Rp300 juta. Sementara total kerugian korban akibat kehilangan brankas beserta isi dan bangunan rumah yang terbakar ditaksir mencapai Rp500 juta,” imbuh Iptu Wiwik.

Saat ini, lanjut Iptu Wiwik, Abdul Razak dijebloskan ke sel tahanan Polsek Kediri. ***

Editor : Yoyo Raharyo
rumah terbakar Marsum pedagang sate Jalan Bingin Ambe Abdul Razak