TABANAN, Radartabanan.jawapos.com — Niat melayani pembeli justru berujung buntung bagi I Made S (52), seorang pedagang di Pasar Bajera, Kecamatan Selemadeg, Tabanan, Bali.
Ternyata, sebelum melancarkan aksi hipnotis atau gendam hingga menguras uang milik korban senilai Rp800.000, dua bule itu pura-pura membeli gula pasir Rp5.000.
Peristiwa yang terjadi pada Jumat (18/9) sekitar pukul 15.30 WITA ini terekam jelas oleh kamera pengawas (CCTV) warung dan mendadak viral di media sosial.
Dalam rekaman tersebut, salah satu WNA bahkan terlihat sempat mengarahkan tangannya ke kamera CCTV saat berinteraksi dengan korban.
Kapolsek Selemadeg Kompol I Made Subadi menjelaskan, berdasar keterangan korban, kedua WNA tersebut awalnya datang ke warung dan berbicara menggunakan bahasa Inggris untuk membeli gula pasir kemasan kecil seharga Rp5.000.
Namun, usai transaksi gula pasir selesai, salah satu pelaku mulai mengalihkan perhatian dengan berpura-pura ingin menukarkan uang pecahan Rp100.000.
Keterbatasan bahasa membuat Made S mengira pelaku meminta pecahan Rp10.000, sehingga korban mengeluarkan beberapa pilihan uang pecahan Rp10.000, Rp20.000, hingga Rp50.000.
Di tengah situasi tersebut, pelaku memanfaatkan kepanikan dan kebingungan korban dengan nekat mengambil sendiri uang dari dalam tas pedagang tersebut.
Korban yang sempat curiga langsung menarik kembali uangnya, lalu memberikan dua lembar Rp50.000 sebagai tukaran uang pecahan Rp100 ribu.
Saksi di lokasi, Vevi (41), yang melihat korban tampak linglung dan dibuat sibuk oleh kedua WNA tersebut, sempat memanggil korban untuk mengalihkan perhatian.
Sayangnya, begitu kedua pelaku pergi dan korban menghitung ulang isi tasnya, delapan lembar uang pecahan Rp100.000 sudah hilang dibawa kabur.
"Polisi menduga modus operandi yang digunakan pelaku adalah berpura-pura belanja dan menukar uang untuk mengalihkan fokus serta membuat korban bingung," ujar Kompol Subadi, Minggu (19/9).
Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif dan mendalami informasi mengenai dugaan aksi serupa yang pernah dilakukan kedua WNA tersebut di tempat lain.
Polisi juga mengimbau masyarakat atau pedagang lain yang merasa menjadi korban untuk segera melapor. ***
Editor : Yoyo Raharyo