TABANAN, Radartabanan.jawapos.com — Sebuah kandang ayam pedaging di Banjar Dinas Tibudalem, Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan ludes terbakar. Sebanyak 24 ribu ekor ayam pedaging ikut tewas terpanggang.
Kandang ayam pedaging milik I Made Dharma Wiguna (27) ludes dilalap si jago merah pada Jumat malam (18/9) sekitar pukul 22.39 WITA.
Meski tak sampai menelan korban jiwa, musibah ini menyisakan nestapa besar bagi sang pemilik. Sebanyak 24 ribu ekor ayam pedaging mati terpanggang di dalam kandang berukuran 100 x 12 meter tersebut.
Kapolsek Pupuan, AKP I Nyoman Simpen, mengungkapkan bahwa petaka pada tengah malam itu pertama kali disadari oleh I Nyoman Anggi Hermawan, penjaga yang tengah menjalankan tugas ronda malam.
Secara mendadak, Anggi menerima pesan WhatsApp dari rekannya, Deden Rizky Nugraha, yang berada di dalam area peternakan.
Deden mengaku terkejut usai mendengar suara letupan bambu yang cukup keras dari arah belakang bangunan kandang.
Penasaran sekaligus curiga, Anggi dan Deden bergegas mengecek sumber suara ke bagian belakang kandang. Alangkah kagetnya mereka saat melihat kobaran api sudah membumbung tinggi.
"Setelah sampai di lokasi, saksi malah melihat api telah muncul dari bagian belakang kandang dan membakar kurang lebih setengah bagian bangunan," tutur AKP Simpen, Sabtu (19/9).
Sontak, kepanikan pecah. Kedua pekerja langsung berteriak membangunkan rekan-rekan mereka.
Di tengah kobaran api yang kian membesar, para pekerja bergerak cepat menyelamatkan sepeda motor serta barang-barang berharga di sekitar lokasi ke tempat aman, sembari menghubungi sang pemilik kandang.
Mendengar kabar buruk tersebut, Dharma Wiguna yang berada di rumahnya langsung memacu kendaraan menuju lokasi. Sementara itu, para pekerja dibantu warga sekitar berjibaku memadamkan api dengan peralatan seadanya.
Sayangnya, tiupan angin dan kondisi cuaca kemarau yang sangat kering membuat material bangunan kandang begitu mudah dilalap si jago merah. Dalam hitungan cepat, seluruh struktur kandang berukuran jumbo itu pun hangus tak tersisa.
Melihat kobaran api yang makin tak terkendali, pemilik langsung meminta bantuan Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Tabanan.
Setelah satu jam, mobil Damkar datang, api baru bisa dipadamkan.
"Beruntung saat kejadian, api tidak sempat merembet ke sejumlah tanaman dan pohon-pohon milik warga di sekitarnya," jelas AKP Simpen.
AKP Simpen menyebut, diduga kebakaran dipicu oleh kebocoran tabung gas LPG yang digunakan untuk pemanas di dalam kandang ayam tersebut. ***
Editor : Yoyo Raharyo