Damkar Wara-Wiri di Banjar Anyar Kediri, Ternyata Rumah Pedagang Sate Ludes Terbakar

Juliadi • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 17:11 WIB
Rumah milik Marsum, 45, warga yang tinggal di Jalan Ahma Yani X (Jalan Bingin Ambe) Gang Jambu, Banjar Taman Sari Anyar, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, ludes terbakar. (IST)
Rumah milik Marsum, 45, warga yang tinggal di Jalan Ahma Yani X (Jalan Bingin Ambe) Gang Jambu, Banjar Taman Sari Anyar, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, ludes terbakar. (IST)

TABANAN, Radartabanan.jawapos.com — Rabu malam (16/9), suasana di sekitar Desa Banjar Anyar yang mendadak riuh. Deru mesin dan raungan sirine mobil pemadam kebakaran yang wara-wiri membelah kepadatan jalan di sepanjang Jalan Ngurah Rai memancing rasa penasaran warga.

Suara bertubi-tubi itu membawa pertanda buruk. Sebuah kebakaran hebat tengah terjadi tak jauh dari sana.

Ternyata, musibah itu menimpa rumah milik Marsum (45). Padahal, malam itu Marsum tengah beraktivitas seperti biasa. Dengan telaten, ia merawat bara api, mengipas tusukan sate ayam demi mengais rezeki bagi keluarganya.

Namun, di saat yang sama, tanpa ia ketahui, rumahnya justru sedang dilalap si jago merah.

Sekitar pukul 21.00 WITA, kepanikan pecah di Jalan Ahmad Yani X Gang Jambu, Banjar Taman Sari Anyar, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Tabanan.

Kepulan asap hitam pekat dan kobaran api tiba-tiba membumbung tinggi melahap hunian Marsum.

Faisal Ali Azmi, salah satu tetangga korban, menjadi orang pertama yang menyadari awal petaka tersebut. Matanya menangkap pancaran cahaya merah keemasan yang tak wajar disertai bau hangus dari arah rumah Marsum.

Ketika didekati, api rupanya sudah berkobar hebat di kamar depan sebelah kiri dan dengan cepat merayap melahap ruangan-ruangan lainnya.

Mengetahui Marsum tak ada di tempat karena sedang berjualan sate, Faisal bergerak cepat. Sembari berteriak meminta pertolongan warga sekitar untuk melapor ke pemadam kebakaran, ia segera menghubungi nomor telepon Marsum.

Kabar buruk itu menyambar Marsum di tengah kesibukannya berjualan. Tanpa pikir panjang, ia bergegas mengemas lapaknya dan pulang.

Namun, harapan untuk mendapati huniannya baik-baik saja sirna seketika. Setibanya di lokasi, Marsum hanya bisa berdiri mematung. Wajahnya pucat, badannya gemetar menyaksikan tempat tinggalnya rata dengan tanah dilalap si jago merah.

Ia jatuh syok melihat kenyataan pahit yang menghantamnya malam itu.

Suara sirine armada Pemadam Kebakaran (Damkar) Tabanan yang melintas cepat di Jalan Ngurah Rai akhirnya tiba di lokasi kejadian. Namun, perjuangan para personel petugas pemadam tak berjalan mudah. Posisi rumah korban yang terselip di dalam gang sempit membuat armada tak bisa leluasa mendekat.

Dengan sigap, petugas membentangkan selang panjang, berkejaran dengan waktu agar si jago merah tak merembet ke bangunan tetangga yang saling berdempetan.

"Api baru berhasil dipadamkan setelah dua jam," ungkap Kasi Humas Polres Tabanan, Iptu Ni Luh Wiwik Endrayani.

Kerja keras petugas dan warga akhirnya membuahkan hasil; api berhasil disekat sehingga tidak melahap rumah-rumah warga di sekitarnya.

Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, tak ada satu pun barang berharga milik Marsum yang sempat diselamatkan. Peralatan dapur, barang-barang elektronik, dokumen dan surat-surat penting, hingga perhiasan emas yang dikumpulkannya dari hasil kerja keras kini telah berubah menjadi abu.

Polisi menduga kuat, bencana ini dipicu oleh gangguan pada jaringan listrik di rumah korban.

"Untuk penyebab kebakaran, diduga disebabkan oleh korsleting listrik," jelas Iptu Ni Luh Wiwik.

Akibat musibah ini, kerugian materil yang ditanggung Marsum diperkirakan mencapai Rp 250 juta. Kejadian ini sekaligus memperpanjang deretan duka akibat musibah kebakaran di wilayah Tabanan, setelah sehari sebelumnya (15/9), peristiwa serupa juga menghanguskan rumah warga di Desa Lumbung Kauh, Selemadeg Barat.

Malam itu, Marsum tak hanya kehilangan bangunan fisik tempatnya berteduh, tetapi juga seluruh hasil jerih payahnya yang hilang dalam sekejap mata.***

Editor : Yoyo Raharyo
rumah terbakar Marsum pedagang sate Desa Banjar Anyar Jalan Bingin Ambe