TABANAN, Radartabanan.jawapos.com – Karir mantan Kapolres Tabanan, Dekananto Eko Purwono, kian mentereng. Perwira tinggi Polri yang kini menjabat sebagai Wakapolda Metro Jaya tersebut resmi mendapat promosi pecah bintang dua dari Brigadir Jenderal (Brigjen) menjadi Inspektur Jenderal (Irjen), Rabu (2/9/2026).
Pria kelahiran Bojonegoro, 8 Agustus 1972, tersebut telah menduduki posisi nomor dua di jajaran Polda Metro Jaya—satu-satunya Polda dengan status A Plus/Khusus di Indonesia—sejak 5 Agustus 2025.
Pengangkatannya kala itu berdasarkan Surat Telegram Rahasia bernomor ST/1764/VIII/KEP/2025 untuk menggantikan Brigjen Pol Djati Wiyoto Abadhy yang diangkat sebagai Kapolda Kalimantan Utara.
Dengan pangkat Irjen Pol di pundaknya, langkah alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 1994 ini diperkirakan makin dekat untuk menduduki jabatan sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda).
Apalagi, dalam sejarahnya, jabatan mantan Wakapolda Metro Jaya begitu mentereng. Bahkan bagaikan jalan tol menuju jabatan Kapolda.
Dilihat dari usianya yang masih 54 tahun, Irjen Dekananto tampaknya tidak akan terlalu sulit untuk mendapat job Kapolda, dengan syarat tidak ada masalah yang berarti. Sebab, usia pensiun anggota polisi dengan pangkat bintang maksimal 60 tahun. Bahkan, dalam waktu enam tahun ke depan, dia masih bisa melampui jabatan Kapolda.
Irjen Pol Dekananto Eko Purwono dikenal sebagai jenderal yang berpengalaman luas di bidang Intelijen dan Keamanan (Intelkam). Sebelum bertugas di Jakarta, ia menjabat sebagai Dirintelkam Polda Jatim pada tahun 2022 menggantikan Brigjen Pol Yuda Gustawan.
Salah satu prestasi monumental yang ditorehkannya di Jawa Timur adalah keberhasilan memimpin penertiban dan pembongkaran 686 tugu perguruan silat untuk dialihfungsikan menjadi Tugu Pancasila. Langkah strategis ini berhasil meredam konflik antarkelompok silat serta menjaga kondusivitas wilayah, didukung surat edaran Bakesbangpol Jatim tertanggal 26 Juni 2023.
Kariernya terus menanjak cepat. Pada Agustus 2024, ia digeser menjadi Dirintelkam Polda Metro Jaya. Belum genap setahun bertugas menjaga kondusivitas Jakarta, pada Mei 2025 ia dipercaya menjabat sebagai Direktur Politik Baintelkam Polri menggantikan Brigjen Pol Deddy Kusuma Bakti. Posisi tersebut mengukuhkannya sebagai salah satu figur kunci dalam struktur intelijen keamanan nasional.
Hanya berselang beberapa bulan, pada Agustus 2025 ia dilantik menjadi Wakapolda Metro Jaya. Selama mendampingi Kapolda Metro Jaya, ia mencetuskan berbagai program humanis, salah satunya Jaga Jakarta On The Spot.
"Melalui kegiatan ini kami ingin mendengar langsung masukan dari masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara Polri, TNI, dan warga dalam menjaga keamanan lingkungan," ujar Dekananto belum lama ini.
Atas dedikasinya, saat baru tujuh bulan menjabat Wakapolda Metro Jaya, ia dianugerahi penghargaan Satya Lencana Wira Karya oleh Presiden RI Prabowo Subianto karena dinilai menjadi salah satu tokoh pendukung utama dalam menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Jejak di Bali
Bagi masyarakat Bali, khususnya Kabupaten Tabanan, sosok Irjen Pol Dekananto bukanlah figur yang asing. Saat masih berpangkat AKBP, ia dipercaya menjabat sebagai Kapolres Tabanan sejak tahun 2012 berdasarkan Surat Telegram Mabes Polri Nomor 2044/X/2011.
Setelah kurang lebih tiga tahun memimpin Korps Bhayangkara di Tabanan, pada tahun 2014 ia mendapat promosi jabatan sebagai Wakil Direktur Intelkam (Wadir Intel) Polda Bali, sebelum akhirnya melanjutkan tugas ke tingkatan nasional di Baintelkam Polri, dan jadi Wadir Intel Polda Jatim. ***
Editor : Yoyo Raharyo