Lagi, TPA Mandung Tabanan Terbakar, Penyebabnya...

Juliadi • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:59 WIB
TPA Mandung, Tabanan kembali terbakar. Diduga karena gas metan. (Juliadi)
TPA Mandung, Tabanan kembali terbakar. Diduga karena gas metan. (Juliadi)

TABANAN, Radartabanan.jawapos.com – Cuaca terik yang melanda kawasan Tabanan berujung musibah. Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Mandung yang berlokasi di Desa Sembung Gede, Kecamatan Kerambitan, terbakar sejak Rabu (26/8/2026) siang. 

Kebakaran di areal seluas 2,75 hektar tersebut diduga kuat dipicu oleh ledakan gas metan yang terperangkap di bawah gunungan sampah.

Berdasarkan pantauan di lokasi, titik-titik api disertai kepulan asap tampak menyebar di sisi selatan TPA.

Meski bukan dalam skala besar, keberadaan titik api yang memancar di beberapa lokasi sempat memicu kekhawatiran karena berpotensi meluas akibat embusan angin dan suhu udara yang panas.

Kepala UPTD Pengolahan Sampah dan Lumpur Tinja TPA Mandung Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tabanan, I Wayan Atmaja, mengungkapkan bahwa titik api bermula dari ledakan kecil yang terdengar dari tumpukan sampah tua pada Rabu sekitar pukul 14.00 WITA.

"Di area sebelah selatan TPA mendadak ada ledakan. Diduga kuat dari gas metan di bawah tumpukan sampah yang sudah bertahun-tahun terendap. Karena ada ledakan metan, api langsung menyambar sampah kering di atasnya. Kondisi diperparah oleh cuaca panas," terang Atmaja saat ditemui di lokasi, Kamis (27/8).

Ia menambahkan, asap yang muncul berasal dari rongga-rongga kecil tempat keluarnya gas metan dari dalam tumpukan sampah.

Kombinasi Semprot Air dan Uruk Tanah

Menanggapi kejadian ini, UPTD TPA Mandung bergerak cepat menerjunkan personel untuk memadamkan sumber api.

Tak hanya mengandalkan penyemprotan air, petugas juga menerapkan strategi pengurukan tanah untuk meredam titik api dari bawah permukaan.

"Setiap harinya kami lakukan penyemprotan air dua kali, yakni pagi dan sore hari. Selain itu, kami intensifkan pengurukan tanah. Setiap minggunya ada lima truk tanah uruk yang didatangkan untuk memadatkan sampah sekaligus mengisolasi titik api agar tidak meluas," jelas Atmaja.

Pihak UPTD sejatinya telah melakukan langkah antisipasi sejak sebulan terakhir melalui penyiraman dan pemadatan rutin. Namun, ekstremnya cuaca panas belakangan ini tak terelakkan memicu timbulnya percikan api.

Saat ini, petugas khusus dan armada truk tangki air terus disiagakan secara intensif di lokasi. Jika titik api membesar dan berada di luar kendali petugas lapangan, pihak TPA Mandung siap berkoordinasi langsung dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Tabanan. ***

Editor : Yoyo Raharyo
Tabanan TPA Mandung terbakar gas metan