Debit Kecrat-Kecrit saat Kemarau, Pelanggan PDAM Tabanan Diminta Tampung Air di Ember

Juliadi • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 15:17 WIB
Mobil tangki PDAM Tabanan disiagakan mengantisipasi gangguan air saat musim kemarau 2026 ini. (Juliadi)
Mobil tangki PDAM Tabanan disiagakan mengantisipasi gangguan air saat musim kemarau 2026 ini. (Juliadi)

TABANAN, Radartabanan.jawapos.com – Menghadapi dampak puncak musim kemarau yang kian terasa, Perumda Tirta Amertha Buana (PDAM Tabanan) mengimbau seluruh pelanggannya untuk mulai menampung air bersih sebagai stok antisipasi terjadinya gangguan. Sebab, musim kemarau dikhawatirkan membuat pasokan air kecrat-kecrit.

Kasubag Humas dan Langganan Perumda Tirta Amertha Buana Tabanan, I Putu Wahyu Untung Suardana, meminta warga memanfaatkan momentum saat aliran air masih mengalir deras di rumah masing-masing.

"Kami mengimbau pelanggan untuk menyiagakan penampungan air, baik tandon, bak, maupun ember, mumpung aliran air masih normal. Selain itu, gunakan air secara bijak dan prioritaskan untuk kebutuhan pokok seperti minum dan memasak," ujar Untung, Minggu (23/8).

Tak lupa, ia juga mengingatkan warga untuk rajin menguras wadah penampungan agar tidak menjadi sarang berkembang biaknya jentik nyamuk.

Langkah sederhana ini dinilai krusial guna mengantisipasi potensi gangguan distribusi akibat menyusutnya debit di sejumlah sumber air baku.

Peringatan ini bukan tanpa alasan. Dari hasil pemetaan terhadap 28 titik sumber mata air baku di Tabanan, tim teknis PDAM mencatat adanya penurunan debit pada sumber mata air. Terutama di Mekori di Desa Belimbing, Kecamatan Pupuan.

Kondisi tersebut berpotensi memicu kendala pasokan air bersih bagi warga di wilayah Desa Belimbing dan Desa Antosari.

Meski demikian, Untung memastikan mayoritas kawasan Tabanan masih relatif aman.

Sekitar 90 persen sumber air baku untuk kawasan perkotaan—meliputi Tabanan, Kediri, Kerambitan, Penebel, hingga Marga—dilaporkan tetap stabil.

Guna menyiasati potensi krisis air di wilayah rawan, PDAM Tabanan telah menyiagakan armada truk tangki berkapasitas 5.000 liter yang siap diterjunkan sewaktu-waktu.

Langkah serupa sebelumnya sukses diterapkan saat pengiriman air bersih ke Desa Timpag sewaktu perbaikan intake di Bendungan Telaga Tunjung.

Di sisi lain, pengawasan ekstra juga terus dilakukan pada jaringan perpipaan serta kelayakan mesin pompa. Langkah ini diambil untuk menekan risiko kebocoran sekaligus menjaga kualitas air bersih yang diterima pelanggan tetap optimal sepanjang musim kemarau. ***

Editor : Yoyo Raharyo
PDAM Tabanan musim kemarau gangguan air bersih