TABANAN, Radartabanan.jawapos.com – Warga dan peternak ayam di Desa Baru, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, diresahkan oleh keberadaan drone misterius yang kerap terbang rendah pada malam hingga dini hari.
Pesawat tanpa awak tersebut dicurigai dimanfaatkan oleh pihak tak bertanggung jawab untuk memantau situasi lingkungan sebelum melancarkan aksi pencurian ternak.
Aktivitas drone yang berseliweran hingga pukul 01.00 WITA ini dilaporkan terjadi di beberapa wilayah, di antaranya Banjar Pinge, Banjar Baru, dan Banjar Susut.
Kondisi tersebut memaksa warga memperketat penjagaan pada malam hari.
Pemilik peternakan RJGF di Marga mengungkapkan, kekhawatiran warga memuncak lantaran wilayah tersebut memiliki riwayat kasus hilangnya hewan ternak, khususnya ayam petarung dan babi.
"Beberapa warga, khususnya yang memiliki ternak babi dan ayam, tentu waswas sampai mereka begadang. Apalagi ayam petarung di wilayah ini sudah sering hilang," ujarnya, Rabu (5/8/2026).
Ia menambahkan, aksi pencurian ternak sempat marak terjadi dua hingga tiga bulan lalu dengan jumlah kerugian mencapai sepuluh ekor.
Atas temuan aktivitas drone mencurigakan ini, warga telah berkoordinasi dan melapor ke pemerintah desa setempat.
Camat Marga, Gede Putu Adhi Putra Adiksa, mengaku menerima laporan warga terkait kemunculan drone misterius pada Senin dan Selasa malam di kawasan Desa Baru.
Pihaknya berencana segera berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas.
"Informasinya seperti itu, warga juga meningkatkan kewaspadaan, apalagi banyak yang memelihara ayam petarung skala rumahan sekitar dua sampai empat ekor," kata Adhi.
Menanggapi situasi tersebut, Kapolsek Marga AKP I Nyoman Sudarma menegaskan bahwa jajarannya telah menginstruksikan personel untuk turun ke lapangan guna melacak dan mengungkap pemilik drone tersebut, meski secara formal belum menerima laporan resmi.
"Kami belum menerima laporan resmi, tetapi anggota kami tentu langsung melakukan penyelidikan di lapangan. Informasi lebih lanjut nanti akan kami sampaikan," ujar AKP I Nyoman Sudarma. ***
Editor : Yoyo Raharyo