Gunungan Sampah TPA Mandung Dikhawatirkan Longsor, Pemkab Bikin Proyek Rp6,5 Miliar

Juliadi • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 07:30 WIB
Kondisi TPA Mandung, Desa Sembung Gede Kecamatan Kerambitan, Tabanan yang tengah proses penataan dengan pengurugan tanah (Juliadi)
Kondisi TPA Mandung, Desa Sembung Gede Kecamatan Kerambitan, Tabanan yang tengah proses penataan dengan pengurugan tanah (Juliadi)

TABANAN, Radartabanan.jawapos.com - Gunungan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Mandung, Desa Sembung Gede, Kecamatan Kerambitan Tabanan dikhawatirkan longsor. Pemkab Tabanan pun menyiapkan proyek Rp6,5 miliar untuk mengantisipasi hal tersebut.

Pemerintah Kabupaten Tabanan bakal membangun dinding penahan timbunan di area TPA.

Dibangunnya dinding penahan tersebut juga berfungsi untuk keamanan area TPA sekaligus mengendalikan aliran air lindi.

Pembangunan dinding penahan longsoran menggunakan anggaran APBD sebesar Rp 6,5 miliar.

Bahkan dieksekusi pembangunan dilakukan pada tahun 2026 melalui anggaran perubahan.

Kepala UPTD Pengolahan Sampah dan Lumpur Tinja Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tabanan, I Wayan Atmaja, mengatakan pembangunan fisik dinding penahan sampah menjadi langkah strategis mengingat kondisi lahan TPA yang labil dan rawan longsor. Lebih lagi kondisi sudah overload.

“Dinding penahan ini untuk mencegah sampah longsor sampah ke lahan warga serta mengarahkan aliran air lindi ke kolam penampungan agar tidak memicu pencemaran lingkungan dan kebakaran,” ujarnya, Senin (3/8).

Sejauh ini DLH bersama instansi terkait yakni PUPR Tabanan telah melakukan kajian teknis.

Rencana pembangunan dinding penahan tanah akan diprioritaskan di sisi timur dan utara TPA. Sementara sisi selatan direncanakan menyusul pada tahun 2027 apabila anggaran tidak mencukupi.

“Anggaran yang disiapkan sekitar Rp 6,5 miliar, termasuk untuk pengerjaan kolam lindi,” ucapnya.

Saat ini, TPA Mandung telah memiliki empat kolam penampungan air lindi. Namun dua kolam terurug sampah, sementara dua lainnya tidak berfungsi maksimal.

"Ke depan, kolam tersebut akan dioptimalkan untuk menangkap dan mengalirkan air lindi sehingga tidak menyebar dan memicu kebakaran," ungkapnya.

Atmaja menyebut pembangunan dinding penahan tanah juga akan mendukung sistem pengelolaan TPA yang lebih aman dan terkendali. Dengan kondisi lereng yang diperkuat, diharapkan risiko longsor dapat diminimalkan sekaligus mempermudah proses pengurugan di titik-titik rawan.

"Penanganan ini penting agar kejadian kebakaran tidak terulang dan pengelolaan TPA bisa lebih aman ke depan," pungkasnya. ***

Editor : Yoyo Raharyo
Tabanan TPA Mandung