Hampir Seribu Pengguna Sumur Bor di Tabanan Eksodus ke PDAM, Ada Apa?

Juliadi • Dipublikasikan Rabu, 15 Juli 2026 | 09:30 WIB
Pemasangan sambungan baru PDAM Tabanan. Hampir seribu pengguna sumur bor beralih. (IST)
Pemasangan sambungan baru PDAM Tabanan. Hampir seribu pengguna sumur bor beralih. (IST)
 
TABANAN, radartabanan.id – Tren penggunaan air bersih di Kabupaten Tabanan mengalami pergeseran signifikan. Hampir seribu warga yang sebelumnya mengandalkan sumur bor kini memutuskan beralih menjadi pelanggan resmi Perumda Tirta Amertha Buana (PDAM) Tabanan.

Angka tersebut mendominasi dari total 1.300 pelanggan baru yang mendaftar melalui program Gebyar Sambungan Air Minum tahun 2026 yang berlangsung hingga 31 Juli mendatang.

Kasubag Humas Perumda Tirta Amertha Buana Tabanan, I Putu Wahyu Untung Suardana, mengonfirmasi tingginya persentase warga yang meninggalkan sumur mandiri tersebut.

"Dari 1.300 pendaftar pelanggan baru dalam program gebyar tahun 2026 ini, hampir 60 persen merupakan masyarakat yang dulunya menggunakan sumur bor," ungkap Wahyu, Selasa (14/7/2026).

Menurut Wahyu, ada beberapa alasan kuat yang melandasi fenomena eksodus pengguna sumur bor ke layanan air minum milik Pemkab Tabanan ini.

Faktor utamanya adalah keluhan terkait kualitas air, terutama di pemukiman atau perumahan yang berdiri di bekas lahan persawahan.

Banyak warga mengeluhkan kondisi air sumur bor yang sering kali berbau, berwarna agak kekuningan, berlumut, serta debit airnya yang drastis mengecil saat musim kemarau tiba.

Selain masalah kualitas, ketatnya regulasi pemerintah mengenai perizinan Air Bawah Tanah (ABT) dan pembatasan sumur bor di kawasan pemukiman turut memicu warga untuk beralih ke PDAM.

"Faktor kualitas air yang belum sesuai standar ditambah aturan perizinan serta pembatasan sumur bor oleh pemerintah menjadi pertimbangan utama masyarakat beralih menggunakan air bersih PDAM," terangnya.

Saat ini, sebaran pelanggan PDAM terbesar di Kabupaten Tabanan masih terkonsentrasi di tiga kecamatan utama, yaitu Tabanan, Kediri, dan Kerambitan.

Meski ketambahan hampir seribu mantan pengguna sumur bor dalam gelombang pelanggan baru tahun ini, pihak PDAM menjamin keandalan distribusi air bersih tetap terjaga normal.

Dikatakan, pemakaian air rata-rata harian warga berada di kisaran 18 hingga 19 meter kubik.

"Debit distribusi air minum masih sangat aman. Untuk menjaga kualitas pelayanan dan mencegah kebocoran pada pipa distribusi, kami juga rutin melakukan step test setiap minggunya," pungkas Wahyu. ***

Editor : Yoyo Raharyo
PDAM Tabanan sumur bor