Diguyur Rp7 Miliar, Pasar Taman Sari Tabanan Dibikin Dua Lantai, Bagian Atas Ada Coffee Shop

Juliadi • Dipublikasikan Selasa, 23 Juni 2026 | 14:43 WIB
Suasana pengerjaan Pasar Tradisional Taman Sari, Tabanan yang kini mulai dilakukan Dinas PUPR Tabanan. (Juliadi)
Suasana pengerjaan Pasar Tradisional Taman Sari, Tabanan yang kini mulai dilakukan Dinas PUPR Tabanan. (Juliadi)

TABANAN, radartabanan.jawapos.com – Proyek revitalisasi Pasar Tradisional Taman Sari di Desa Delod Peken, Tabanan, membawa konsep yang terbilang unik dan segar.

Oleh Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tabanan, bangunan pasar ini akan disulap menjadi struktur berlantai dua guna menggabungkan fungsi ekonomi tradisional dan ruang kreatif modern.

Nantinya, setelah rampung ditata, lantai dasar pasar akan tetap dipertahankan fungsionalitasnya untuk menampung aktivitas jual-beli pedagang pasar tradisional dengan suasana yang lebih bersih dan nyaman.

Sementara itu, lantai dua atau bagian atas bangunan akan dirancang secara estetik menyerupai perahu dan dimanfaatkan khusus sebagai area kedai atau coffee shop.

Pasar Taman Sari yang berlokasi di Banjar Taman Sari memang tidak terlalu terkenal. Tak seterkenal Pasar Tabanan atau Pasar Dauh Pala.

Lokasi pasar ini "nyempil" di samping selatan Balai Banjar Taman Sari. 

Lokasinya berada persis di belakang (selatan) Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tabanan, tepatnya di Jalan Subali.

Pantauan di lokasi menunjukkan alat berat sudah diturunkan untuk meratakan bangunan lama.

Sejumlah pekerja bangunan juga mulai disibukkan dengan pembuatan pondasi kokoh untuk menopang struktur dua lantai tersebut.

Kepala Dinas PUPR Tabanan, I Gde Partana, menjelaskan bahwa perubahan signifikan menjadi dua lantai ini dilakukan karena kondisi fisik pasar sebelumnya sudah sangat tidak representatif.

Blok bagian timur mengalami kerusakan parah pada atap asbes, yang membuat area pasar selalu becek berlumpur setiap kali musim hujan tiba.

Melalui revitalisasi ini, wajah kumuh tersebut akan dihapus total melalui perpaduan fungsi belanja dan tempat nongkrong di lantai atas.

“Bangunan akan dibuat lebih modern. Lantai dasar tetap difungsikan sebagai pasar, sedangkan lantai dua akan dibangun struktur berbentuk perahu yang dimanfaatkan sebagai kedai atau semacam coffee shop,” ujar I Gde Partana.

Partana menambahkan, konsep pembagian dua lantai dengan arsitektur menyerupai kapal di bagian atasnya merupakan arahan langsung dari Bupati Tabanan, Komang Gede Sanjaya.

Desain ini sengaja dipilih agar keberadaan pasar selaras secara estetika dengan kawasan Taman Perjuangan serta Taman Makam Pahlawan yang berada di sekitarnya.

Proyek penataan dengan struktur dua lantai ini menelan anggaran hampir Rp7 miliar, tepatnya sebesar Rp 6.844.579.000 dengan masa pengerjaan 180 hari kalender.

Berdasarkan papan informasi di lokasi, proyek tercatat dengan nomor kontrak 640/4458/PA.CK/DPUPR/2026 dengan Surat Perintah (SP) tertanggal 18 Mei 2026 dan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) tertanggal 25 Mei 2026.

Pemerintah mempercayakan pengerjaan ini kepada CV Kartika Yudha sebagai kontraktor pelaksana, dengan pengawasan dari CV Dwijia Cipta.

Konstruksi saat ini diprioritaskan pada blok yang mengalami kerusakan paling berat, dengan target rampung secara keseluruhan pada akhir Desember 2026.

"Kami harapkan pembangunan ini mampu meningkatkan fungsi pasar tradisional menjadi lebih nyaman dan tertata," pungkas Partana. ***

Editor : Yoyo Raharyo
Tabanan Pasar Taman Sari