TABANAN, radartabanan.jawapos.com – Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya masih saja ingkar janji dalam menuntaskan jalan rusak. Kisah Bupati yang ingkar janji ini memang kenyataan yang tak bisa ditepis.
Rekam jejak digital dan ingatan kolektif masyarakat tidak bisa dihapus begitu saja terkait dengan janji Komang Gede Sanjaya menuntaskan jalan rusak.
Apalagi, fakta hari ini, setelah enam tahun berkuasa di kabupaten berjuluk Lumbung Beras, itu masih ada puluhan kilometer jalan kabupaten di Tabanan yang kondisinya masih benyah latih (hancur lebur).
Publik pun diajak menolak lupa pada salah satu janji politik paling berani sekaligus paling kontroversial yang pernah diucapkan oleh Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya.
Setidaknya, Komang Sanjaya telah menyampaikan janjinya menuntaskan jalan rusak dalam beberapa kesempatan. Yakni saat debat calon kepala daerah dalam Pilkada 2020 pada akhir 2020 dan saat penetapan pemenang Pilkada 2020 pada awal 2021.
Berikut catatannya:
- Debat Pilkada 2020
Janji muluk menuntaskan jalan rusak dalam setahun tersebut sejatinya bukan sekadar obrolan warung kopi, melainkan komitmen tertulis yang digelorakan langsung dalam panggung resmi Debat Terbuka Cabup-Cawabup Tabanan pada 22 November 2020.
Jejak digital kebohongan publik ini bahkan masih tersimpan rapi dalam rekaman video di kanal YouTube KPU Tabanan.
Dalam debat tersebut, Cawabup I Made Edi Wirawan yang bertugas membacakan visi-misi dan program kerja paket Jaya-Wira secara eksplisit menargetkan penuntasan infrastruktur dalam hitungan bulan.
“Menuntaskan jalan kategori rusak 166 kilometer di tahun pertama dan membuka akses Baturiti-Selemadeg Barat,” tegas Edi Wirawan dengan penuh keyakinan kala itu.
Membakar semangat pemilih, Komang Gede Sanjaya dalam sesi closing statement (pernyataan penutup) debat justru melontarkan pernyataan yang jauh lebih berani.
Menggunakan data internal pemerintah (saat itu dia masih jadi wakil bupati mendampingi Bupati Ni Putu Eka Wiryastuti), Sanjaya sesumbar untuk meyakinkan masyarakat bahwa sisa jalan yang belum tersentuh akan mulus dalam tempo kilat.
“Kami sudah melaksanakan hampir 84 persen, ini data dari Dinas PU. Hanya lagi 16 persen yang belum kami laksanakan. Kurang lebih 166 kilo(-meter). Kami jaminkan bukan hanya 2-3 tahun masa pemerintahan kami, dalam jangka waktu 1 tahun," sesumbar Sanjaya dengan nada berapi-api.
2. Menang Pilkada 2020
Tepat setelah gelaran Pilkada 2020 usai, Komang Sanjaya yang kala itu baru saja memenangkan kontestasi bersama I Made Edi Wirawan (paket Jaya-Wira), kembali mengeluarkan pernyataan yang sangat meyakinkan kepada wartawan.
Usai ditetapkan sebagai pemenang oleh KPU Tabanan pada Sabtu, 23 Januari 2021 lalu, Sanjaya dengan penuh percaya diri menegaskan bahwa urusan infrastruktur jalan akan langsung beres dalam sekejap mata begitu dirinya resmi menjabat.
Keyakinan ini pula yang kembali ia bawa sesaat setelah rapat pleno KPU pasca-pilkada saat keluar dari gedung KPU Tabanan.
"Ingat janji politik saya satu tahun perbaikan. Bukan lebih lho, karena saya sudah diskusi di Jakarta dengan Gubernur Bali. Janji politik saya nomor pertama perbaikan jalan di Tabanan," cetusnya kala itu.
Untuk merealisasikan target 166 kilometer jalan dalam tempo singkat tersebut, Sanjaya sesumbar menyiapkan strategi pinjaman dana tanpa bunga (nol persen) dari pusat melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) senilai Rp 250 miliar.
Namun, apa yang digelorakan dengan berapi-api sejak panggung debat hingga awal tahun 2021 itu kini berbalik menjadi rapor merah kepemimpinannya.
Narasi penuntasan jalan rusak dalam waktu "satu tahun pemerintahan" terbukti runtuh diterjang waktu.
Janji tersebut bahkan sudah terancam kandas sejak tahun-tahun pertama ia menjabat karena realisasi anggaran dan eksekusi di lapangan yang terseok-seok.
Kini, jalannya roda pemerintahan telah berganti babak. Sanjaya bahkan sudah menyelesaikan periode pertamanya, bertarung dan memenangi kembali Pilkada 2024, hingga resmi dilantik untuk periode kedua pada 20 Februari 2025 lalu bersama wakil bupati baru, I Made Dirga.
Ironisnya, alih-alih sudah menikmati jalanan yang mulus 100 persen, masyarakat Tabanan pada pertengahan 2026 ini masih harus disuguhkan pada kenyataan pahit: jalan kabupaten dengan kategori rusak berat masih tersisa sepanjang 35,5 kilometer.
Lebih miris lagi, Dinas PUPR Tabanan hanya dibekali anggaran "cekak" sebesar Rp 26,3 miliar pada APBD 2026. Anggaran tersebut nyatanya hanya mampu menyentuh perbaikan sekitar 8,6 kilometer jalan saja. Yakni ruas Simpang Beraban-Munggu-Pantai Nyanyi (1,70 km), Simpang Tangguntiti-Pantai Beraban (2,50 km), Simpang Gadungan-Gunung Salak (2,10 km), Bolangan-Dadia (1 km), akses RPH Gubug (0,50 km), dan Banjar Dukuh (0,80 km).
Kilas balik ini menjadi bukti nyata bagaimana sebuah janji manis yang diobral di panggung debat demi meraup 72,9 persen suara pada Pilkada 2020 lalu, kini berubah menjadi utang masa lalu yang tak kunjung terlunasi.
Meskipun sang kepala daerah sudah berganti pasangan wakil bupati dari Made Edi Wirawan ke I Made Dirga dan duduk nyaman di periode keduanya, puluhan kilometer jalan di Tabanan nyatanya masih dibiarkan benyah latih. ***
Editor : Yoyo Raharyo