Era Koster: Pengangguran di Bali Diklaim Turun 7 Ribu Orang, Tapi Masih Koleksi 40 Ribu Lebih

i wayan widyantara • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 07:30 WIB
Job Fair 2026 di Kabupaten Bangli. Saat ini pengangguran di Bali menurun tajam. (Dewa Ayu Pitri Arisanti)
Job Fair 2026 di Kabupaten Bangli. Saat ini pengangguran di Bali menurun tajam. (Dewa Ayu Pitri Arisanti)

DENPASAR, radartabanan.jawapos.com – Tren positif dalam sektor ketenagakerjaan di Provinsi Bali pada era kepemimpinan Gubernur Wayan Koster. Berdasarkan publikasi Statistik Ketenagakerjaan Provinsi Bali 2025 yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali baru-baru ini, jumlah pengangguran di Pulau Dewata sukses ditekan hingga mencapai angka terendah dalam tiga tahun terakhir.

Pada tahun 2025, jumlah penduduk usia kerja yang menganggur tercatat sebanyak 40.994 orang.

Angka tersebut mengalami penurunan signifikan sebanyak 7.682 orang dibandingkan tahun 2024 yang sebelumnya bertengger di angka 48.676 orang.

Kepala BPS Provinsi Bali, Agus Gede Hendrayana Hermawan, menjelaskan bahwa membaiknya indikator ketenagakerjaan ini tidak lepas dari pulihnya aktivitas ekonomi dan kembali bergairahnya dunia usaha di Bali.

”Keadaan ketenagakerjaan pada tahun 2025 didukung oleh pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatnya aktivitas dunia usaha," kata Agus dalam publikasi Statistik Ketenagakerjaan Provinsi Bali 2025.

Penurunan ini terlihat jelas dari persentase tingkat pengangguran dari tahun ke tahun yang terus menyusut secara konsisten.

Pada tahun 2023 persentasenya berada di angka 2,03 persen, jumlah tersebut melandai menjadi 1,38 persen pada 2024, dan kembali menyusut hingga menyentuh 1,16 persen pada tahun 2025.

Sebaliknya, jumlah masyarakat Bali yang terserap di lapangan kerja justru melonjak tajam dari tahun ke tahun.

Tercatat pada tahun 2023 jumlah penduduk bekerja sebanyak 2.617.816 orang, kemudian naik menjadi 2.665.421 orang di tahun 2024, dan kembali melesat hingga mencapai 2.701.726 orang pada tahun 2025.

Kabar baik lainnya juga datang dari sisi produktivitas masyarakat melalui peningkatan jumlah angkatan kerja.

Pada tahun 2025, angkatan kerja di Bali menyentuh 2.742.720 orang, atau bertambah sebanyak 28.623 orang dibandingkan tahun sebelumnya.

Pertumbuhan ini otomatis mendongkrak Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Bali dari 77,11 persen menjadi 77,31 persen, sementara jumlah penduduk yang masuk kategori bukan angkatan kerja sedikit melandai di angka 804.799 orang.

Secara makro, total penduduk usia kerja di Bali pada tahun 2025 kini telah mencapai 3.547.519 orang.

Angka ini terus bertumbuh secara bertahap dari tahun 2023 yang sebesar 3.490.205 orang dan tahun 2024 yang sebesar 3.519.886 orang.

Meskipun angka pengangguran menunjukkan tren penurunan yang positif, pekerjaan rumah pemerintah daerah belum sepenuhnya usai mengingat masih ada sekitar 40 ribu orang yang masuk dalam ketegori pengangguran.

Terkait hal tersebut, BPS menjelaskan bahwa kategori pengangguran dalam Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) sebenarnya memiliki definisi yang cukup luas.

Kelompok ini tidak hanya mencakup mereka yang aktif mencari kerja, melainkan juga masyarakat yang sedang mempersiapkan usaha baru, mereka yang merasa tidak mungkin memperoleh pekerjaan karena berbagai alasan, hingga kelompok yang sudah diterima bekerja tetapi belum resmi mulai bekerja.

Secara keseluruhan, kombinasi antara bertambahnya jumlah pekerja yang diiringi dengan menurunnya angka pengangguran menjadi indikator kuat bahwa pasar kerja di Bali kian sehat.

Hal ini sekaligus diklaim menjadi sinyal positif pulihnya stabilitas ekonomi di berbagai sektor strategis secara berkelanjutan. ***

Editor : Yoyo Raharyo
Wayan Koster Gubernur Bali jumlah pengangguran di Bali statistik