SINGARAJA, Radartabanan.id — Bukannya menunjukkan empati di tengah perjuangan warga yang lelah mengantre Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga larut malam, sekelompok pemuda di Singaraja ini malah berulah sok jagoan.
Berada dalam pengaruh minuman keras (miras), mereka nekat memutar musik ber-volume kencang tepat di dekat area SPBU Penarukan, Jumat (17/10) malam.
Aksi yang dinilai memancing emosi warga dan mengganggu ketertiban umum tersebut berujung apes.
Tim gabungan Polsek Singaraja bersama Polres Buleleng bergerak cepat menciduk dan mengangkut enam orang pemuda ke Mapolsek Singaraja.
Kejadian itu diabadikan dalam rekaman video yang dibagikan di media sosial. Bahkan, warga menyebut, cara persuasif saja tidak cukup terhadap para pemuda sok jago ini.
Kapolsek Singaraja, Kompol Gede Juli, mengungkapkan bahwa insiden tersebut bermula saat personel kepolisian yang bersiaga menjaga pengamanan antrean BBM di SPBU Penarukan mendengar suara dentuman musik yang sangat kencang dari sebuah kios di seberang jalan.
"Personel kami menghampiri dan memberikan imbauan secara baik-baik agar mematikan musik keras itu karena mengganggu ketertiban masyarakat," ujar Kompol Gede Juli, Sabtu (18/10).
Namun, peringatan persuasif petugas justru diabaikan. Dipengaruhi minuman beralkohol, salah satu dari mereka malah bersikap sok-sokan dengan kembali berjoget mengikuti irama musik seolah menantang imbauan polisi.
Guna mencegah keributan dan amuk warga yang tersulut emosi saat mengantre bensin, petugas bergerak tegas menyergap dan mengangkut seluruh pemuda yang ada di lokasi beserta barang bukti satu unit speaker portable.
Berdasarkan data Polsek Singaraja, seluruh pelaku yang diamankan merupakan warga lokal yang beralamat di Kelurahan Penarukan, Kecamatan Buleleng.
Kelompok pelaku dewasa terdiri dari Kadek J, Komang AY alias Lapas, serta Dewa GA.
Sementara itu, tiga orang lainnya yang turut diangkut petugas masih berstatus sebagai pelajar, yakni DK, KS, dan DA.
"Semuanya sudah kami bawa ke Polsek Singaraja untuk dimintai keterangan dan diproses lebih lanjut agar memberikan efek jera," tegas mantan Kabag SDM Polres Buleleng tersebut. ***
Editor : Yoyo Raharyo