SINGARAJA, Radartabanan.id — Kodim 1609/Buleleng menegaskan kesiapannya untuk membantu kelancaran penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Bali utara.
Personel TNI siap diterjunkan langsung menjadi operator pengisian di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) apabila pengelola pom bensin membutuhkan bantuan tenaga operasional.
Langkah perbantuan personel TNI ini sebelumnya diinisiasi atas permintaan PT Pertamina (Persero) guna menanggulangi gelombang krisis dan antrean panjang pengisian BBM di Pulau Dewata.
Kodam IX/Udayana merespons cepat dengan mengerahkan sekitar 100 personel yang disebar tidak hanya untuk melakukan pengamanan, tetapi juga bertindak sebagai operator melayani masyarakat di nozzle pengisian.
Komandan Kodim (Dandim) 1609/Buleleng, Letkol Inf Achmad Setyawan Syah, menjelaskan bahwa skema bantuan operasional oleh prajurit TNI saat ini masih difokuskan di wilayah dengan kepadatan antrean tertinggi, seperti Kota Denpasar dan Kabupaten Badung.
Sementara untuk wilayah Kabupaten Buleleng, sebanyak 20 SPBU yang beroperasi dilaporkan masih sanggup menyiagakan petugas internal mereka.
”Sementara belum. SPBU di Buleleng masih mampu, mereka mengatur sistem giliran (shift) untuk operator yang melayani,” ujar Letkol Inf Achmad Setyawan Syah saat dikonfirmasi, Jumat (16/10/2026).
Meski belum diterjunkan di Buleleng, perwira menengah TNI berpangkat dua melati di pundak tersebut menegaskan bahwa pihaknya telah mensiagakan jajaran anggota.
Jika sewaktu-waktu ada permohonan resmi dari pihak SPBU maupun Pemkab Buleleng, para prajurit yang ditunjuk akan langsung menerima pelatihan singkat (briefing) operasional sebelum diterjunkan ke lapangan.
Letkol Setyawan menekankan, pengerahan prajurit sebagai operator pompa bensin sama sekali bukan untuk mengambil alih atau merebut lahan pekerjaan petugas SPBU.
Kehadiran TNI murni berupa dukungan kemanusiaan untuk mengurai penumpukan antrean warga, utamanya pada jam-jam rawan puncak kemacetan.
”Apabila memang dibutuhkan untuk membantu sebagai operator, kami siap,” tegas Dandim Buleleng.
Apalagi, beberapa waktu lalu muncul keluhan dari petugas SPBU yang bekerja lembur karena SPBU di Denpasar dan Badung buka 24 jam per hari.
Bahkan, rencananya SPBU buka 24 jam ini juga akan dicoba juga di daerah lainnya agar antrean mengisi BBM bisa terurai. ***
Editor : Yoyo Raharyo