MANGUPURA, Radartababan.id — Ulah culas oknum pengemudi ojek online (ojol) yang memanfaatkan krisis Bahan Bakar Minyak (BBM) di Bali demi meraup untung berlipat-lipat berbuntut panjang.
Polisi kini memburu oknum ojol yang nekat mematok harga bensin hingga Rp 200 ribu per botol air mineral besar kepada warga negara asing (WNA) di kawasan wisata Canggu.
Aksi pemerasan berkedok jual beli BBM eceran itu mendadak viral di media sosial setelah terekam kamera warga di depan ruko bekas toko 7Hungry, Jalan Batu Mejan, Canggu, Kuta Utara, Badung, pada Rabu (14/10) sore.
Dalam cuplikan video yang beredar, tampak sejumlah oknum ojol menghampiri beberapa turis pria yang tengah tepergok habis bensin di pinggir jalan.
Salah seorang pengendara Honda PCX merah terlihat menyerahkan dua botol plastik berisi BBM kepada WNA usai menerima lembaran uang tunai bernilai fantastis.
Pengendara lainnya juga tampak berjaga di lokasi sembari memegang botol bensin serupa.
Keuntungannya pun berlipat ganda. Dari video terlihat, BBM yang dijual berwarna hijau, berarti itu Pertalite.
Sedangkan botol ukuran besar biasanya memiliki volume 1,6 liter. Artinya, harga beli Pertalite itu hanya Rp16 ribu. Namun dijual Rp200 ribu sehingga untung Rp184 ribu per botol.
Kapolsek Kuta Utara, Kompol I Ketut Sukadana, menegaskan bahwa jajarannya telah mengantongi bukti-bukti awal dan tengah berburu para pelaku yang terlibat dalam transaksi gelap tersebut.
Dia mengatakan, berdasarkan pengecekan di lapangan, peristiwa terjadi pada Rabu (14/10) sore.
"Saksi atas nama Nani, karyawan restoran What The Fork (WTF), merekam kejadian tersebut setelah melihat sejumlah pengendara membawa botol plastik berisi cairan diduga BBM dan menawarkannya kepada para WNA," ujar Kompol Sukadana, Kamis (15/10).
Polisi menduga para pelaku merupakan oknum pengemudi ojol yang biasa mangkal di seputaran koridor pariwisata Canggu.
Untuk melacak identitas serta plat nomor kendaraan pelaku—termasuk Honda PCX merah yang terekam jelas—tim buser Polsek Kuta Utara kini menyisir rekaman kamera pengawas (CCTV) milik Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) di sepanjang Jalan Batu Mejan.
Kompol Sukadana menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam terhadap aksi spekulasi dan penyalahgunaan penjualan BBM yang meresahkan serta merusak citra pariwisata Bali di tengah situasi darurat ini.
“Tim masih melakukan penyelidikan di lapangan guna mengungkap identitas pihak-pihak yang terlibat sekaligus mendalami dugaan pelanggaran dalam transaksi BBM tersebut," katanya.
Dia menegaskan, kasus ini menjadi perhatian serius bagi pihaknya karena terjadi di tengah kesulitan masyarakat mendapatkan BBM. ***
Editor : Yoyo Raharyo