Kasus Dugaan Keracunan MBG di SDN 3 Banjar Jawa, SPPG Distop Sementara

Francelino Junior • Dipublikasikan Rabu, 14 Oktober 2026 | 16:49 WIB
Sebanyak 16 siswa SDN 3 Banjar Jawa, Buleleng, Bali, diduga mengalami keracunan. Kejadian ini dihubungkan dengan program MBG. (Francelino Juni0r)
Sebanyak 16 siswa SDN 3 Banjar Jawa, Buleleng, Bali, diduga mengalami keracunan. Kejadian ini dihubungkan dengan program MBG. (Francelino Juni0r)

SINGARAJA, Radartabanan.id — Buntut dari dugaan kasus keracunan makanan yang menimpa belasan siswa di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Banjar Jawa minggu lalu, Pemerintah Kabupaten Buleleng mengambil langkah tegas.

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertanggung jawab menyuplai program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke sekolah tersebut resmi disuspensi.

Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra ketik dikonfirmasi mengatakan bahwa operasional dapur MBG penyuplai SDN 3 Banjar Jawa telah dihentikan sementara waktu untuk menjalani evaluasi menyeluruh.

”Disuspensi selama dua minggu, dievaluasi,” tegas Sutjidra saat dikonfirmasi, Rabu (14/10).

Sutjidra menjelaskan, proses evaluasi mencakup tata kelola dapur harian, standar kehigienisan bahan dan penyajian, hingga sanitasi di lingkungan SPPG terkait.

Mengingat SPPG ini tidak hanya melayani SDN 3 Banjar Jawa tetapi juga beberapa sekolah lain, maka alokasi penyaluran ompreng MBG untuk sekolah-sekolah terdampak akan dialihkan dan disalurkan melalui dapur penyuplai lainnya selama masa suspensi berjalan.

Pemkab Buleleng melalui Satuan Tugas (Satgas) MBG bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng telah turun tangan melakukan pengawasan ketat serta mengambil sampel makanan untuk diuji di laboratorium.

Langkah ini diambil usai sejumlah siswa mengeluhkan gejala mual dan mulas usai beraktivitas di sekolah.

Kendati demikian, dia mengatakan, hingga kini masih menunggu hasil resmi pemeriksaan laboratorium dari laboratorium kesehatan.

”Untuk kegiatan di SPPG yang melayani SD 3 Banjar Jawa sudah ditunda sampai dievaluasi dari Badan Gizi Nasional (BGN) dan Satgas MBG Buleleng,” tandasnya.

Untuk diketahui, gelombang keluhan mual dan mulas yang dialami siswa di SDN 3 Banjar Jawa mulai mencuat sejak Selasa (6/10).

Sejumlah orang tua murid melaporkan anak-anak mereka mengalami gejala mual, pusing, hingga sakit perut hebat.

Jumlah siswa yang mengeluhkan gejala serupa merambat naik hingga mencapai 16 anak pada Jumat (9/10).

Pihak sekolah sendiri masih berhati-hati dan belum berani menyimpulkan apakah kasus ini murni disebabkan oleh sajian menu MBG atau faktor lain. 

Pasalnya, pola kasus pada para siswa tergolong acak; beberapa dari 16 anak yang bergejala diketahui tidak mengonsumsi menu MBG pada hari kejadian.

Selain itu, pada Senin (5/10) atau sehari sebelum gejala muncul, sebagian siswa kelas 1, 2, dan 5 baru saja mengikuti program Imunisasi Diphtheria Tetanus (DT) dari puskesmas setempat.

Di samping itu, beberapa siswa lainnya dilaporkan mengonsumsi bekal makanan yang dibawa dari rumah masing-masing. ***

Editor : Yoyo Raharyo
buleleng SDN 3 Banjar Jawa keracunan MBG SPPG