SINGARAJA, Radartabanan.id — Sebanyak 16 siswa SDN 3 Banjar Jawa, Buleleng, Bali, mengalami sakit yang diduga keracunan makanan dari program MBG.
Insiden siswa sakit berbarengan ini memicu dugaan mereka mengalami keracunan dari makanan makan bergizi gratis (MBG).
Isu keterkaitan insiden ini dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) merebak di kalangan orang tua.
Sebab, para siswa itu mengalami gejala mual, pusing, hingga sakit perut sejak Selasa (6/10) hingga Jumat (9/10).
Akibat kejadian ini, tiga siswa bahkan harus dilarikan dan mendapat perawatan intensif di RSUD Buleleng serta Rumah Sakit Parama Sidhi Singaraja.
Meski tudingan mengarah pada sajian MBG, pihak sekolah belum berani menunjuk menu program tersebut sebagai dalang utama.
Pasalnya, temuan di lapangan menunjukkan kondisi yang cukup acak dan membingungkan.
”Bahkan ada siswa yang tidak makan MBG, tapi mengalami gejala serupa,” ungkap Kepala SDN 3 Banjar Jawa, I Putu Susila Darma, Jumat (9/10).
Susila Darma menjelaskan, pada Senin (5/10) atau sehari sebelum gejala bermunculan, sebagian siswa kelas 1, 2, dan 5 baru saja menerima suntikan Imunisasi Diphtheria Tetanus (DT).
Selain itu, beberapa siswa yang mengeluh sakit juga diketahui membawa bekal dari rumah berupa olahan sosis, nugget, hingga spaghetti.
Di sisi lain, paket MBG yang dibagikan berupa menu ayam celup dan ayam tomat yang dipastikan tidak dalam kondisi basi saat disajikan.
Guna mengurai benang kusut insiden ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng telah menerjunkan tim khusus untuk melakukan uji sampel makanan serta mengaudit sanitasi lingkungan sekolah, mulai dari kantin hingga fasilitas MCK.
Walau demikian, sampai saat ini program MBG belum dihentikan di sekolah ini meski ada kejadian ini. ***
Editor : Yoyo Raharyo