KINTAMANI, Radartabanan.id — Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta harus tahu. Salah satunya kondisi fisik SD Negeri 8 Songan di Kecamatan Kintamani, Bangli yang kian memprihatinkan.
Berdiri sejak tahun 2011, gedung sekolah tersebut kini mengalami kerusakan kategori sedang yang membuat proses belajar-mengajar ratusan siswanya membayangkan ancaman bahaya.
Pantauan di lokasi mencatat plafon di sejumlah ruang kelas telah jebol, jendela rusak, hingga fasilitas toilet hasil swadaya komite sekolah ikut mangkrak karena kerusakan.
Dari tiga unit toilet yang ada, kini hanya dua yang masih bisa difungsikan secara terbatas.
Kepala SDN 8 Songan, I Kadek Ruma, mengungkapkan bahwa kerusakan plafon terjadi sejak dilanda angin kencang pada tahun 2025 lalu.
Retakan awal yang berpotensi ambrol memaksa pihak sekolah membongkar secara paksa. Itu dilakukan demi keselamatan para siswa.
”Awalnya retakan, hanya saja karena tidak dapat diperbaiki dengan dipaku, sehingga kami jebol karena berpotensi jatuh. Yang kami bisa selamatkan dengan cara dipaku, kami paku. Cukup banyak yang lepas dan kami sudah paku sehingga memang cukup membahayakan,” ungkap Kadek Ruma.
Meski kerusakan kondisi gedung telah rutin dilaporkan lewat Data Pokok Pendidikan (Dapodik), sekolah tersebut tak kunjung tersentuh program rehabilitasi maupun revitalisasi sejak pertama kali didirikan.
Pihak sekolah baru-baru ini diminta menyusun proposal pengajuan bantuan.
Selain perbaikan fisik, SDN 8 Songan yang menampung 131 siswa ini juga mengalami krisis ruang kelas.
Akibat keterbatasan fasilitas, siswa kelas I dan kelas II harus berbagi tempat secara bergantian.
”Selama menunggu Kelas I, proses pembelajaran Kelas II akan memanfaatkan ruang perpustakaan,” bebernya.
Tak berhenti di situ, masalah sanitasi pun mengancam. Sekolah belum terjangkau layanan air bersih dari Perumda Air Minum Tirta Danu Arta Bangli.
Selama ini, operasional sekolah menggantungkan pasokan air dari rumah salah satu guru yang berdomisili dekat lokasi.
”Untungnya ada guru kami yang rumahnya dekat sekolah dan memiliki jaringan air bersih. Itu yang kami manfaatkan,” jelas Kadek Ruma.
Ia berharap proposal penambahan ruang kelas, ruang UKS, perbaikan toilet, hingga perbaikan gedung yang diajukan bisa segera direspons pemerintah demi menjamin keamanan siswa serta guru.
”Semoga bisa ditangani segera,” pungkasnya. ***
Editor : Yoyo Raharyo