Kendaraan Listrik di Bali Tembus 17 Ribu, Bisa Jadi Potensi Cuan Bisnis SPKLU

i wayan widyantara • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 13:16 WIB
SPKLU Nusa Dua. Saat ini ada 17 ribu kendaraan listrik di Bali yang bisa jadi ladang cuan baru. (I Wayan Widyantara)
SPKLU Nusa Dua. Saat ini ada 17 ribu kendaraan listrik di Bali yang bisa jadi ladang cuan baru. (I Wayan Widyantara)

DENPASAR, Radartabanan.id — Populasi kendaraan listrik di Bali melesat tajam dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan, kini telah menembus angka 17.725 unit.

Pertumbuhan masif kendaraan ramah lingkungan ini membuka peluang bisnis yang sangat menjanjikan bagi para investor untuk menggarap pasar stasiun pengisian daya.

Berdasarkan data hingga Oktober 2026, total kendaraan listrik di Pulau Dewata yang didominasi oleh sekitar 5.000 mobil dan 12.000 sepeda motor ini meroket drastis dibanding awal tahun.

Tercatat pada Maret 2026 jumlahnya masih di kisaran 14.000 unit, lalu naik menjadi 15.000 unit pada Juli, sebelum akhirnya melompat ke angka 17.725 unit pada awal Oktober ini.

Melihat potensi pasar yang begitu besar, General Manager PLN UID Bali, Ajrun Karim, menegaskan bahwa peluang cuan di sektor penyediaan infrastruktur pengisian daya masih sangat terbuka lebar.

Pihaknya pun membuka seluas-luasnya pintu bagi investor swasta untuk meraup keuntungan sekaligus membantu memperluas jaringan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

"Kalau kita lihat perkembangan mobil listrik sangat luar biasa. Saya datang di bulan Maret, kalau dilihat data ada 14.000. Saya datang di bulan Juli ada 15.000. Sekarang per data bulan Oktober sudah tercatat 17.725 motor dan mobil (listrik)," ujar Ajrun saat peresmian SPKLU Signature Krisna Nusantara Group di Denpasar, Selasa (6/10).

Saat ini, sudah ada sekitar 304 unit SPKLU yang tersebar di 115 titik di Bali, baik yang dikelola PLN maupun pihak swasta.

Guna mengejar kebutuhan mobilitas pengguna yang kian tinggi, PLN mempersilakan investor swasta untuk masuk ke lokasi-lokasi potensial, sementara PLN akan mengambil alih pembangunan di wilayah yang belum tersentuh komersial.

"PLN memberikan kesempatan kepada semua pihak, khususnya swasta, untuk berinvestasi di SPKLU," imbuhnya.

Potensi pasar yang gurih ini turut diamini oleh Founder PT Energi Anugerah Divina, Cyrillus Harinowo.

Menurutnya, tingginya mobilitas masyarakat serta jutaan wisatawan di Bali menjadikan ekosistem kendaraan listrik sebagai ladang bisnis yang sangat potensial untuk dikembangkan.

Dengan semakin menjamurnya titik pengisian daya, para pengguna kendaraan listrik dijamin makin percaya diri berkendara lintas kawasan tanpa perlu cemas kehabisan baterai. ***

Editor : Yoyo Raharyo
Bali mobil listrik SPKLU kendaraan listrik