Amor Ing Acintya, Sopir Truk yang Dibakar Bos Akhirnya Meninggal Dunia, Gibran Sumbang Rp25 Juta

Zulfika Rahman • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 17:10 WIB
I Gede Selamet saat dalam perawatan di RSUP Prof Ngoerah, Denpasar. Sopir truk yang dibakar bosnya ini akhirnya meninggal dunia. (IST)
I Gede Selamet saat dalam perawatan di RSUP Prof Ngoerah, Denpasar. Sopir truk yang dibakar bosnya ini akhirnya meninggal dunia. (IST)

AMLAPURA, Radartabanan.jawapos.com — Setelah sepekan berjuang melawan masa kritis akibat luka bakar hebat, I Gede Selamet (20) akhirnya mengembuskan napas terakhir. Sopir truk asal Banjar Susut, Desa Muncan, Kecamatan Selat, Karangasem, Bali ini meninggal dunia di RSUP Prof. Ngoerah, Denpasar, pada Jumat pagi (25/9).

​Kabar duka tersebut dikonfirmasi oleh Perbekel Desa Muncan, I Wayan Tunas.

"Meninggal pagi hari. Tepat seminggu setelah kejadian yang menimpa Gede Selamet," ujar Tunas.

​Aksi penganiayaan keji ini bermula dari persoalan setoran truk tempat Selamet bekerja. Pelaku, I Putu Cahyadi Putra, yang merupakan bos tempat korban bekerja, mendatangi kediaman Selamet di Banjar Susut karena korban belum menyerahkan uang setoran hasil mengemudikan truk selama 15 hari.

​Padahal, Selamet  menunda penyerahan setoran karena tengah jatuh sakit dan terbaring demam selama dua hari sebelum insiden terjadi.

​Tanpa memedulikan kondisi korban yang sedang sakit, pelaku yang disulut emosi sempat cekcok dengan korban, lalu berujung penyiraman bahan bakar minyak jenis Pertalite hingga membakar Selamet dalam kondisi hidup-hidup.

Aksi brutal sang bos membuat pemuda yang baru empat bulan bekerja itu mengalami luka bakar parah mencapai 68 persen (derajat 2B hingga 3) serta trauma inhalasi akibat terhirup uap panas. Selamet dirawat di RSUP Prof Ngoerah.

​Selama masa perawatan intensifnya, kondisi Selamet yang berasal dari keluarga kurang mampu menyedot perhatian publik. Beban keluarga kian menghimpit karena biaya pengobatannya yang membengkak puluhan juta rupiah tidak di-cover BPJS Kesehatan akibat dikategorikan sebagai kasus tindak pidana.

Pihak keluarga pelaku yang sempat berjanji menanggung biaya dengan syarat damai pun lepas tangan begitu melihat besarnya nilai tagihan medis.

​Melihat penderitaan korban, aksi penggalangan dana bergulir dari warga setempat dan masyarakat umum. Keprihatinan atas nasib Selamet juga datang dari Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, yang turut menyerahkan donasi sebesar Rp25 juta untuk membantu meringankan beban biaya medis korban.

​Saat ini, jenazah Selamet masih dititipkan di RSUP Prof. Ngoerah. Pemulangan jenazah ke kampung halamannya di Desa Muncan masih menunggu selesainya rangkaian upacara adat di desa setempat. ***

Editor : Yoyo Raharyo
Karangasem I Putu Cahyadi Putra I Gede Selamet sopir truk dibakar bos pembakaran sopir truk