AMLAPURA, Radartabanan.jawapos.com — Sopir truk I Gede Slamet (20), asal Banjar Susut, Desa Muncan, Kecamatan Selat, Karangasem ternyata disiram menggunakan Pertalite dan dibakar saat sedang sakit.
Saat tengah terbaring lemah di dalam kamar akibat sakit, pemuda ini justru menjadi korban aksi keji bosnya sendiri, I Putu Cahyadi Putra, yang tega membakarnya hidup-hidup pada Jumat siang (18/9).
Aksi penganiayaan berat dan sadis yang berlangsung di dalam rumah korban tersebut disinyalir berlatar belakang kekesalan pelaku terkait masalah uang setoran operasional serta masalah utang piutang.
Peristiwa memilukan ini bermula ketika pelaku mendatangi rumah korban untuk menagih uang setoran yang menunggak.
Tanpa rasa simpati, sang bos melangkah masuk menerobos ke dalam kamar tidur korban.
Saat itu, Gede Slamet sedang sakit dan sudah dua hari tidak sanggup mengemudikan truk.
Dalam kondisi lemas di atas tempat tidur, terjadi cekcok antara korban dan pelaku. Korban menyerahkan sejumlah uang yang dimilikinya, namun nominal tersebut tidak sesuai dengan jumlah setoran yang diminta pelaku.
Lantaran emosi uang yang diterima tidak penuh, pelaku langsung melempar uang tersebut ke lantai.
Tanpa memberikan kesempatan korban untuk membela diri, pelaku keluar sejenak mengambil bahan bakar jenis Pertalite yang sudah disiapkannya.
Tanpa basa-basi, cairan mudah terbakar itu langsung disiramkan ke tubuh korban yang masih terbaring sakit, lalu disulut api hingga berkobar.
Seketika api melalap tubuh Gede Slamet dan merembet membakar kamar tidurnya.
Sambil menahan rasa sakit luar biasa di tengah kondisi fisik yang sedang lesu, korban berteriak histeris lalu berlari keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
Warga sekitar yang panik melihat korban berlari dengan tubuh melepuh langsung memberikan pertolongan dan membawa korban ke Puskesmas Selat.
Mengingat luka bakar yang dialami korban cukup parah, pihak medis merujuknya ke RSUP Prof Ngoerah Denpasar.
"Pelaku sudah diamankan, pelaku adalah bos korban. Korban mengalami luka bakar cukup parah dengan persentase mencapai 40 persen, sehingga dirujuk ke RS Prof Ngoerah," tegas Kapolres Karangasem, AKBP I Made Santika.
Saat ini pelaku telah diamankan oleh pihak kepolisian. Petugas Satreskrim Polres Karangasem juga telah menyita sejumlah barang bukti di TKP, termasuk botol bekas wadah Pertalite yang digunakan untuk membakar korban, serta mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi guna proses hukum lebih lanjut. ***
Editor : Yoyo Raharyo