NUSA DUA, Radartabanan.jawapos.com — Kasus bentrokan antarkelompok pekerja di mess proyek vila PT Tunas Jaya Sanur, di Lingkungan Sawangan, Kelurahan Benoa, Kuta Selatan, Badung, memakan korban jiwa bernama Adrianus W (24). Ternyata, dalam kejadian tersebut, korban Adrianus sempat membawa sebilah pisau.
Adrianus W dinyatakan meninggal dunia di RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah (Sanglah) Denpasar pada Jumat (12/9) sekitar pukul 19.30 WITA.
Ia tak mampu bertahan akibat luka parah di bibir, mata, pipi, tangan kanan, hingga kaki kirinya.
Korban Adrianus diduga jadi korban pengeroyokan dalam keributan di mess PT Tunas Jaya Sanur di Sawangan.
“Korban kasus pengeroyokan di mess proyek bangunan PT Tunas Jaya berinisial AW (Adrianus W) telah meninggal dunia,” ungkap Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, S.H., M.H.
Peristiwa berdarah pada Minggu (6/9) malam tersebut sejatinya bermula dari hal sepele. Petugas security mess, I Kadek Teguh Rupadana, menegur seorang pekerja bernama Yohanes K (19) karena tak sengaja menyenggol dinding seng toilet hingga bersuara nyaring.
Cekcok mulut pun pecah di area bedeng. Mendengar ada keributan, Adrianus W yang sedang tidur di lantai II mendadak terbangun.
Selain menewaskan Adrianus W, keributan maut tersebut juga membuat rekan-rekannya terluka. Rafael Buku Bani (23) menderita luka pada alis, pinggul, lengan kiri, dan lebam di kedua kaki. Sedangkan Fransiskus RM (20) mengalami luka pada mata kiri, hidung, dan belakang kepala.
Berikutnya yang jadi korban adalah Yohanes K (19) dan Stefanus RM (24) yang ikut menjadi korban pemukulan. Para korban sempat dibawa ke pos security.
Merespons insiden berdarah ini, Wakapolresta Denpasar AKBP I Ketut Widhiarta turun langsung mengecek TKP bersama Satreskrim Polresta Denpasar dan Polsek Kuta Selatan pada Jumat (11/9).
Belasan orang diciduk untuk dimintai keterangannya. ***
Editor : Yoyo Raharyo