NUSA PENIDA, Radartabanan.jawapos.com — Bupati Klungkung, I Made Satria tampaknya harus malu. Bagaimana bisa, Nusa Penida yang merupakan kawasan wisata kelas dunia hanya mengandalkan satu armada pemadam kebakaran (Damkar).
Apesnya lagi, unit tunggal tersebut justru mogok total saat kebakaran hebat melanda Wyn’s Penida Cafe dan Bar Cottage di Banjar Nyuh, Desa Ped, Senin (7/9/2026).
Petugas yang berada di lokasi kejadian pun tak bisa berbuat banyak menggunakan armada utama. Alhasil, pemadaman berlangsung darurat dan seadanya hanya dengan mengandalkan bantuan truk tangki air milik Pos Nusa Penida serta BPBD Klungkung.
Kondisi memprihatinkan ini diakui langsung oleh Kasatpol PP dan Damkar Klungkung, Dewa Putu Suwarbawa.
”Saat antisipasi musim panas, kami mengirim 1 unit tangki ke Nusa Penida pada Jumat (28/8),” ungkap Suwarbawa, Jumat (11/9).
Meski mesin armada BW yang mati tersebut belakangan dilaporkan sudah bisa menyala kembali, pihak Damkar tidak berani ambil risiko sebelum dilakukan perbaikan menyeluruh.
Untuk menambal kekosongan armada pemadam di pulau tersebut, satu unit armada BW dari Klungkung daratan terpaksa diboyong menyeberang ke Nusa Penida, sementara unit yang mogok ditarik ke daratan.
”Perbaikan armada Damkar tidak dapat dilakukan oleh sembarang bengkel. Itu ada bengkel khususnya,” jelasnya.
Peristiwa ini menelanjangi minimnya fasilitas keselamatan di wilayah kepulauan Nusa Penida.
Suwarbawa mengakui bahwa idealnya tiap kecamatan memiliki Pos Damkar mandiri yang diperkuat minimal 1 unit mobil tangki dan 1 unit armada BW.
Namun, mahalnya harga unit membuat penambahan armada terbentur tembok keterbatasan anggaran. Pengadaan terakhir bahkan baru terjadi tiga tahun lalu pada 2023.
”Satu armada BW itu harganya cukup lumayan. Beda merek, kelengkapan dan kapasitas, beda harganya. Berkisar Rp1,5 miliaran ke atas,” tandasnya.
Kini, dengan digesernya satu unit ke Nusa Penida, Pos Induk Damkar di Klungkung daratan pun tersisa 3 unit armada BW.
Kondisi ini cukup ironis dengan pendapatan yang didapat dari pajak hotel dan restoran (PHR) di Kabupaten Klungkung. Pada tahun 2026 ini saja, target PHR mencapai Rp100 miliar, yang sebagian besarnya dari Nusa Penida. ***
Editor : Yoyo Raharyo