Kantor PDAM Kintamani Diteror, Kaca Jendela Pecah Dilempar Vas Bunga, Pelaku Dua Orang

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 06:29 WIB
Kaca jendela Kantor PDAM Unit Kintamani dipecahkan oleh dua orang. Pelaku masih diburu. (IST)
Kaca jendela Kantor PDAM Unit Kintamani dipecahkan oleh dua orang. Pelaku masih diburu. (IST)

KINTAMANI, Radartabanan.jawapos.com – Aksi teror berupa perusakan menyasar Kantor Perumda Air Minum Tirta Danu Arta (PDAM) Bangli Unit Kintamani pada Rabu (2/9/2026) malam. Kaca jendela kantor setempat pecah berantakan setelah dilempar oleh orang tidak dikenal (OTK) menggunakan vas bunga yang berada di area teras.

Dua orang terduga pelaku dilaporkan langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor usai melancarkan aksinya.

Kepala Unit PDAM Kintamani, Nengah Badra, membeberkan bahwa dirinya sedang tidak berada di lokasi saat insiden tersebut terjadi.

Peristiwa misterius itu pertama kali diketahui oleh salah seorang pekerja lapangan yang sedang tertidur di bagian belakang kantor.

Pekerja tersebut terbangun kaget setelah mendengar suara benturan dan pecahan kaca yang sangat keras.

Saat bergegas menuju sumber suara, ia sempat melihat dua orang di tepi jalan raya yang terburu-buru kabur mengendarai sepeda motor.

”Pekerja kami tidak melihat jelas wajahnya orang tersebut,” terangnya, Jumat (4/9/2026).

Nengah Badra mengungkapkan bahwa kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di kantor hanya menyorot bagian dalam ruangan, sehingga detik-detik pelemparan tidak terekam. 

Kendati demikian, rekaman audio CCTV sempat menangkap suara benturan keras ketika kaca jendela dipecahkan menggunakan vas bunga teras.

Pihak PDAM Unit Kintamani telah mengadukan kejadian ini ke Polsek Kintamani untuk ditindaklanjuti.

“Polisi sudah memeriksa CCTV kami dan memasang garis polisi. Hanya saja belum terungkap pelakunya,” ungkapnya.

Di sisi lain, Badra mengaku bingung dan tidak menyimpan kecurigaan terhadap pihak mana pun. Pasalnya, selama ini hubungan operasional kantor dengan para pelanggan maupun warga sekitar berjalan harmonis tanpa konflik.

Meski diliputi rasa waswas pascapengrusakan tersebut, ia memastikan pelayanan air bersih kepada masyarakat tetap berjalan normal.

”Ketakutan (para pegawai, Red) pasti. Tetapi namanya tugas tetap harus berkantor seperti biasa,” tandasnya seraya menyebutkan, di Kantor PDAM Bangli Unit Kintamani ada 17 pegawai.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kapolsek Kintamani, Kompol Made Dwi Puja Rimbawa, masih enggan membeberkan detail hasil olah TKP maupun petunjuk awal mengenai identitas terduga pelaku.

Ia hanya menegaskan bahwa pihak kepolisian saat ini tengah mengusut tuntas motif dan memburu pelaku pelemparan tersebut.

"Masih lidik," kata Kompol Dwi. ***

Editor : Yoyo Raharyo
Bangli PDAM Kintamani teror