Tak Berkutik! Lima Terduga Pemalak-Pengeroyok Pekerja Kandang Ayam di Abiansemal Digulung Polisi

andre sulla • Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:38 WIB
Pengeroyokan di sebuah kandang ayam di Desa Taman, Abiansemal, Badung. (IST)
Pengeroyokan di sebuah kandang ayam di Desa Taman, Abiansemal, Badung. (IST)

MANGUPURA, Radartabanan.jawapos.com — Pelarian dan aksi sok jagoan sekelompok orang yang memalak dan mengeroyok pekerja kandang ayam di Abiansemal berakhir di tangan polisi.

Tim penyidik Polsek Abiansemal bergerak cepat menggulung lima orang terduga pelaku pemalakan yang berujung pada pengeroyokan yang terjadi di Desa Taman, Kecamatan Abiansemal, Badung.

Kelimanya langsung diciduk pada Kamis (20/8/2026) dan kini tak berkutik saat menjalani pemeriksaan intensif.

Aksi premanisme ini bermula pada Selasa (18/8/2026) dini hari. Saat itu, mobil pikap pengangkut ayam yang dikendarai INP (45) dihentikan secara paksa oleh sekelompok orang di kawasan Banjar Tebajero, Desa Taman.

Para pelaku nekat memalak dan meminta ayam secara cuma-cuma. Karena tak diberi, kelompok tersebut melampiaskan kekesalan dengan menendang mobil korban.

Tidak berhenti di situ, kawanan ini malah mendatangi lokasi kandang ayam milik Nyoman Suparta di Banjar Batu Bayan, selang 15 menit kemudian. 

Tanpa basa-basi, mereka menyerang dan mengeroyok para pekerja yang ada di lokasi, bahkan mendatangi korban yang sedang tertidur di posko.

Ps Kasubsipenmas Polres Badung Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti membenarkan adanya lima orang yang telah diamankan. Menurut dia, kelimanya diamankan setelah penyidik mengembangkan penyelidikan atas kasus tersebut.

“Iya sudah ada yang diamankan dari pengembangan kasus pengeroyokan di Desa Taman,” ujar Ayu, Jumat (21/8).

Dia menegaskan, kelima orang tersebut masih berstatus terduga pelaku. Polisi masih meminta keterangan mereka sekaligus mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.

“Yang jelas sudah ada lima terduga pelaku yang dimintai keterangan dan saat ini sudah diamankan di Polsek Abiansemal,” katanya.

Identitas dan peran kelima orang yang diamankan juga masih didalami. Polisi tidak menutup kemungkinan jumlah terduga pelaku bertambah.

“Para pelaku masih lidik. Nanti kami update lagi,” pungkas Ayu.

Kronologi

Aksi brutal ini bermula saat tiga pekerja kandang ayam broiler milik Nyoman Suparta—yakni INP (45), INPA (28), dan PAS (29)—sedang beraktivitas.

Sekitar pukul 01.40 Wita, INP bersama kernetnya, IKW (38), mengendarai mobil pikap pengangkut ayam dari arah selatan.

Saat melintas di wilayah Banjar Tebajero, Desa Taman, langkah mereka dihentikan paksa oleh sekelompok orang di pinggir jalan.

Tanpa sungkan, kelompok tersebut memalak dan meminta ayam kepada INP. Namun, karena kendaraan dalam kondisi kosong, INP menjawab tidak membawa ayam.

Saat korban berniat melanjutkan perjalanan, terdengar suara dentuman keras akibat kendaraan mereka ditendang dari luar.

INP dan IKW sempat turun untuk menanyakan siapa yang menendang mobil, tetapi tidak ada satu pun yang mengaku. Keduanya pun memilih meredam emosi dan melanjutkan perjalanan menuju kandang.

Rupanya masalah tidak berhenti di sana. Sekitar 15 menit kemudian, rombongan pelaku justru mendatangi area kandang ayam dan mengintimidasi INP.

Begitu INP membenarkan bahwa dirinya yang baru saja melintas, kelompok tersebut langsung mengamuk dan melakukan pengeroyokan secara brutal.

Aksi penganiayaan ini sempat terekam kamera pengawas (CCTV) hingga viral di media sosial.

Dalam rekaman tersebut, para korban terlihat berusaha menghindar dan berlari menyelamatkan diri dari kepungan kelompok sok jagoan tersebut. Bahkan, korban INPA yang tengah tertidur lelap di posko turut diserbu sekitar 10 orang tak dikenal, lalu dihantam pada bagian perut kanan dan rahang belakang.

Akibat pengeroyokan itu, ketiga korban menderita luka-luka serius. INP mengalami memar di rahang kiri, leher belakang, serta nyeri dada. INPA menderita memar di leher dan sakit di bagian perut.

Sementara PAS mengalami luka memar parah di bagian atas mata kanan hingga harus dirujuk ke RS Bindu Husada setelah dua rekannya sempat mendapat perawatan di Puskesmas IV Abiansemal. ***

Editor : Yoyo Raharyo
pengeroyokan Desa Taman kandang ayam Abiansemal