MANGUPURA, Radartabanan.jawapos.com – Meski berstatus sebagai kabupaten terkaya, warga di Badung masih saja ada yang melakukan tindakan memalukan dan keji. Salah satunya, mereka memalak hingga melakukan pengeroyokan.
Insiden pemalakan dan pengeroyokan menimpa tiga orang pekerja di kandang ayam boiler, Banjar Batu Bayan, Desa Taman, Kecamatan Abiansemal, pada Selasa (18/8) dini hari.
Tiga pria berinisial INP (45), INPA (28), dan PAS (29) menjadi sasaran pengeroyokan sekelompok orang.
Aksi penganiayaan ini diduga berawal dari upaya pemalakan di tengah jalan yang berujung pada pengeroyokan di lokasi tempat kerja korban.
Ps Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, S.H., mengungkapkan bahwa peristiwa ini bermula saat INP mengendarai mobil pikap pengangkut ayam bersama kernetnya menuju tempat tujuan.
Ketika berada di kawasan Tebajero sekitar pukul 01.40 Wita, langkah mereka terhenti.
"Mobil tersebut diberhentikan sejumlah orang yang sedang duduk-duduk di pinggir jalan," bebernya, Rabu (19/8).
Sejumlah orang tersebut mencoba meminta ayam dari kendaraan korban, tetapi INP menolak lantaran tidak membawa stok ayam yang bisa diberikan.
Kala korban berniat melanjutkan perjalanan, benturan keras terdengar mendadak dari bagian belakang mobil.
INP dan rekannya sempat turun untuk mencari tahu pelaku penendangan. Namun, tidak ada satupun yang mengaku hingga keduanya memutuskan langsung bertolak ke lokasi kandang.
Sekitar 15 menit berselang usai korban tiba di kandang, rombongan pelaku dalam jumlah besar datang menyusul dan mencari pengemudi pikap. Kelompok itu langsung menyerang para pekerja tersebut.
"Bukannya mendapat penjelasan, korban justru menjadi sasaran amukan," katanya.
Tidak berhenti di sana, serangan berlanjut ke area posko penjagaan dan menyasar pekerja lainnya.
"Sekitar 10 orang yang tidak dikenal tiba-tiba mendatanginya dan langsung melakukan pemukulan. Pukulan mengenai bagian perut kanan bawah serta rahang dan leher bagian belakang. Sementara korban ketiga, PAS, juga menjadi sasaran pengeroyokan hingga mengalami luka pada bagian atas mata kanan," ungkapnya.
Usai melampiaskan kekejamannya, komplotan pelaku langsung melarikan diri dari tempat kejadian.
Ketiga korban yang menderita luka-luka segera dievakuasi. INP dan INPA mendapatkan perawatan di Puskesmas IV Abiansemal, sedangkan PAS harus dilarikan ke RS Bindu Husada demi mendapatkan penanganan medis intensif.
Aparat dari Polres Badung langsung bergerak cepat mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk memproses laporan serta mengumpulkan keterangan para saksi.
Polisi sedang mengidentifikasi identitas para pelaku serta mendalami keterkaitan antara insiden pencegatan dan upaya pemalakan di Tebajero dengan aksi pengeroyokan di kandang ayam.
"Termasuk kelompok yang sebelumnya menghentikan kendaraan korban di wilayah Tebajero hingga mendatangi kandang ayam dan melakukan pengeroyokan," pungkas Aiptu Ayu. ***
Editor : Yoyo Raharyo