KLUNGKUNG, radartabanan.jawapos.com – Peristiwa kebakaran melanda kandang ayam pedaging milik I Komang Sudira di Dusun Sidayu Tojan, Desa Takmung, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, pada Jumat (5/6) sekitar pukul 05.00 WITA.
Peristiwa ini bermula pada Kamis (4/6) sekitar pukul 24.00 WITA, saat bibit ayam pedaging yang baru datang langsung ditebar ke dalam kandang.
Untuk menjaga suhu tubuh bibit ayam tersebut, alat pemanas pun dinyalakan secara maksimal.
Namun, pada Jumat (5/6) subuh sekitar pukul 05.00 WITA, seorang pekerja kandang bernama Muhamad Hasan menyadari bahwa aliran listrik di area kandang tiba-tiba padam.
"Tidak lama berselang, Hasan melihat adanya kobaran api yang bersumber dari alat pemanas (brooder) tersebut," ujar Kasi Humas Polres Klungkung, Iptu I Dewa Nyoman Alit Purnawibawa.
Melihat kobaran api, Hasan langsung bergerak cepat melakukan upaya pemadaman secara manual dengan peralatan seadanya.
Berkat aksi sigapnya, api berhasil dikendalikan sehingga tidak sampai menjalar dan menghanguskan seluruh bangunan kandang.
Kandang ayam yang terdampak kebakaran ini memiliki ukuran kurang lebih 24 x 8 meter dengan kapasitas total mencapai 9.000 ekor ayam pedaging.
Meski api berhasil dipadamkan sebelum meratakan bangunan, kerugian materiil tetap tidak terhindarkan.
Sebanyak 300 ekor bibit ayam pedaging dilaporkan mati akibat kebakaran tersebut.
Instalasi kandang ayam mengalami kerusakan parah, serta bagian dinding dan alas kandang hangus terbakar. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp30 juta.
Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa gangguan pada instalasi listrik menjadi pemicu utama insiden ini.
Dikatakan, alat pemanas yang dipaksa bekerja ekstra untuk menjaga suhu bibit ayam baru diduga memicu korsleting saat listrik mendadak padam.
"Sebelum kebakaran terjadi, sempat diketahui adanya gangguan atau padamnya aliran listrik di lokasi kandang. Kondisi tersebut diduga berpotensi mempengaruhi sistem pemanas maupun instalasi pendukung lainnya," tandas Iptu I Dewa Nyoman Alit Purnawibawa.
Author: Dewa Ayu Pitri Arisanti
Editor : Yoyo RaharyoSumber : radartabanan